Menurut saya, menjadi seorang penulis sangat mudah. Semua orang bisa menjalaninya asal ada niat yang kuat dari dalam jiwa untuk berkarya. Menjadi penulis merupakan hal lumrah. Tidak perlu kriteria khusus untuk menggapainya. Cukup dengan berangan, bermimpi, lalu terbang membayang. Seakan hidup ini hanya kita yang menikmatinya.
Menjadi penulis sangatlah tidak sulit. Semua orang bisa menggapainya dengan mudah. Tidak ada batasan umur. Tapi, menjadi seorang penulis harus bisa mengerti perasaan pembaca. Bagaimana cara mereka menilai sebuah tulisan agar dianggap layak untuk dibaca. Bagaimana menilai sebuah tulisan agar bernilai dimata pembaca. Bagaimana agar tulisan dapat menyentuh hati pembaca. Semua itu memilki teknik yang tidak mudah. Jika kita hanya berbicara tentang menulis, itu sangatlah gampang. Tapi, jika kita berbicara tentang apa yang harus di tulis, itulah yang membuat kita harus berfikir beribu kali. Terutama jika kita belum mengetahui topik apa yang akan di tulis.
Mengapa kita harus menjadi penulis? Saya sendiri tidak memiliki jawaban yang pasti tentang pertanyaan tersebut. Tapi, yang terbesit di benak saya adalah bagaimana kita memiliki jejek kehidupan agar dapat di kenang jika kita sudah di panggil Tuhan, kelak.
Mengapa kita harus menjadi penulis adalah karena menulis dapat menyebarkan sisi positif untuk setiap perasaan yang kita rasakan. Agar apa yang kita rasakan tidak harus diucapkan dengan lisan. Apa yang kita inginkan tidak harus kita ungkapkan dengan kata-kata.
Dengan menulis kita dapat menuangkan berbagai macam khayalan, angan serta asa yang terbesit dalam fikiran agar dapat dituangkan sesuai dengan yang tergambar dalam bayangan kita. Saya sendiri lebih sering menulis tentang apa yang saya rasakan, fikirkan, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata. Hanya tertuang lewat gerakan jemari dalam layar komputer.
Mengapa saya harus menjadi seorang penulis? Karena diri saya lebih senang menuangkan ide lewat tulisan. Saya ingin dikenang dengan karya yang sudah saya hasilkan jika nanti suatu saat saya di panggil untuk menghadapNya.
Palembang, 27 Februari 2016




