Tentang pagi yang membawa hadirmu kembali. Aku ingat bagaimana awalnya jumpa kita. Pada rintik hujan yang hampir sirna, kau datang dengan sempurna menawarkan tumpangan. Kita sudah lama kenal, namun lama tak berjumpa.
Lalu,
aku duduk di belakangmu sembari jantungku berdegup. Kemudian, dengan malu aku
bertanya 'apa kabar?'. Rasanya terdengar hambar, seolah aku tak lagi punya
kesempatan untuk meletakkan rasa pada senyummu.
Kau
diam. Lalu, berbisik. 'baik'.
Ah,
aku senang meski jawabmu tak seharusnya begitu. Hatiku terasa tidak terkendali
ketika yang kudengar darimu hanya jawaban singkat, sedikit berarti.
Hatiku
bergejolak lagi. Ingin rasanya aku bertanya 'siapa pacarmu sekarang?',
'masihkah aku ada disana?', 'lalu, bisakah kita bertemu lagi?'.
Dan
kemudian, sunyi.
Aku
merasa rindu sendiri.


.png)