Minggu, 27 November 2022

Tak Pernah Habis

Diposting oleh bilqis anisah di 00.06 0 komentar

Kau tahu darimana datangnya rindu itu? Aku berusaha untuk merespon bahagia saat harummu mulai tercium. Susah rasanya kembali resah jika kau sudah ada disini. Disampingku dan bersama lagi.
Kau tahu darimana cinta ini ada? Dari getaran denyut nadi kita pada senja yang kita nikmati sore lalu. Aku berusaha menafsirkannya menjadi gelombang yang selalu hadir seperti aliran darah mengalir.
Ah, rasanya kopi yang kita nikmati tiap pagi tiada habisnya tanpa obrolan basa-basi di telinga, namun menyenangkan.
Aku bahagia, sayang. Rasanya kata-kata itu tidak cukup di telingaku bahkan mulutku.
#kumpulanpuisicinta #puisicinta #bilqisanisah

Minggu, 04 Februari 2018

Tenang Saja! (1)

Diposting oleh bilqis anisah di 22.31 0 komentar

Tentang pagi yang membawa hadirmu kembali. Aku ingat bagaimana awalnya jumpa kita. Pada rintik hujan yang hampir sirna, kau datang dengan sempurna menawarkan tumpangan. Kita sudah lama kenal, namun lama tak berjumpa. 
Lalu, aku duduk di belakangmu sembari jantungku berdegup. Kemudian, dengan malu aku bertanya 'apa kabar?'. Rasanya terdengar hambar, seolah aku tak lagi punya kesempatan untuk meletakkan rasa pada senyummu. 
Kau diam. Lalu, berbisik. 'baik'. 
Ah, aku senang meski jawabmu tak seharusnya begitu. Hatiku terasa tidak terkendali ketika yang kudengar darimu hanya jawaban singkat, sedikit berarti.
Hatiku bergejolak lagi. Ingin rasanya aku bertanya 'siapa pacarmu sekarang?', 'masihkah aku ada disana?', 'lalu, bisakah kita bertemu lagi?'.
Dan kemudian, sunyi.

Aku merasa rindu sendiri.

Rabu, 01 Juni 2016

Tak Sepantasnya Cinta

Diposting oleh bilqis anisah di 08.48 0 komentar


Soal cinta, aku memang bukan ahlinya. Kadang sering kali lupa meninggalkan jejak kata saat cinta berpisah. Kadang sering kali lupa menitipkan pesan saat cinta akan pergi. Kadang aku tak tahu apa yang harus aku warisi saat cinta sudah tak disini.

Soal cinta, aku terlalu bodoh. Bodoh, meninggalkannya pergi begitu saja. Bodoh, tak bisa menahannya untuk sesaat saja berada disini. Bodoh, aku memang bukan ahlinya yang pakar dalam menerjemahkan kata cinta.
Soal cinta, tak sepantasnya aku menyandingkan diri untuk dibandingkan. Tak sepantasnya aku berdiri tegak saat cinta hanya datang sesaat. Tak sepantasnya aku menatap jika memang cinta sudah tak melekat.

Aku malu pada diriku saat cinta menatap namun hatiku tak tersirat. Aku malu saat cinta berkata rindu namun hatiku tetap sendu.

Lalu, apa yang cinta inginkan? Diriku? Atau hanya angan semu?

Kamis, 26 Mei 2016

Untukmu yang lebih dulu merindu

Diposting oleh bilqis anisah di 21.58 0 komentar
Untukmu, yang lebih dulu merindu
Sampaikan salamku pada angin yang datang membawamu kemari sampai lupa diri
Sampaikan salamku pada nyanyian burung yang menghantarkan hadirmu disini
Sampaikan salamku pada aroma parfummu yang merindu
Sampaikan salamku pada jiwa yang menungguku dalam semu

Untumu, yang lebih dulu merindu
Aku tahu ini kelabu
Kelam tak terbayang oleh waktu
Aku tahu ini hanya sebuah angan yang membawa di bawah lukisan
Lukisan namamu di dalam hatiku

Untukmu, yang lebih dulu merindu
Aku tak bisa tahan, bahwa aku juga merindu

Setengah Logika

Diposting oleh bilqis anisah di 21.38 0 komentar


Aku tahu, aku tahut kehilangan
Terutama jika aku kehilanganmu
Aku tahu, aku takut ketinggian
Tapi jika berada denganmu walau di ketinggian ribuan mil pun rasanya aku sanggup
Aku tahu, aku takut jatuh cinta
Terutama jika kau adalah orangnya

Aku tahu, aku cinta
Terutama dengamu
Aku tahu, Aku rindu
Aku ingin kamu
Aku tahu, semua palsu
Setengah logikaku hanyalah semu

Antara Cinta, Siapakah Aku?

Diposting oleh bilqis anisah di 21.21 1 komentar



Lalu, harapan itu kembali sirna
Jatuh ke peraduan
Tempat keluhan yang terbaik ada pada hatimu
Lagi-lagi, hatimu

Lalu, setia itu sudah berujung
Tanpa genggam harap
Tanpa rasa bimbang
Meleburkan asa yang kembali singgah

Lalu, rasa ini menghilang
Berpacu dalam kepingan waktu
Bersatu, kembali semu

Lalu, di antara cinta
Siapakah aku?

Aku Ingin Satu Purnama Lagi

Diposting oleh bilqis anisah di 06.53 0 komentar

Ingatkah saat langkah kita berpaut satu demi satu
Menuju singgah sana yang menghantarkan kita pada tempat yang sama di tengah purnama
Ingatkah pada nyanyian indah yang berdetak lemah
Meninggalkan jejak kesedihan, membalut asa dalam simponi cerita kita
 
Kita melangkah dalam angan yang kian terbayang
Menghanyutkan mimpi yang hampir sirna di tengah keramaian
Menepiskan semua harap yang sudah kita atur sedemikian rupa
Namun nyatanya semua sirna
Hilang tanpa bekas
 
Aku lupa bahwa kita sudah sama sama melewatinya
Aku ingin satu purnama lagi, sekali saja
Mengulang kenangan indah itu bersamamu
Lalu menua
 

Blog Bilqis Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea