Halo! Apa kabar? Sudah lama ya tidak ku sapa? Maaf, aku terlalu sibuk dengan segudang pekerjaan yang masih menumpuk di kantorku. Hari ini aku ingin berbagi cerita tentang masa kuliah yang begitu indah. Masa dimana 'katanya' setiap orang akan mengalami jatuh cinta. Masa dimana 'katanya' seseorang bisa mendapatkan teman lebih banyak, wawasan luas dan semua yang diinginkan. Masa dimana 'katanya' seseorang akan tumbuh jauh lebih dewasa dalam segala hal. Masa dimana 'katanya' seseorang akan bersikap lebih dewasa daripada biasanya. Yah, semua itu memang sudah ku lalui. Tapi, ada sedikit cerita yang memang mengalir apa adanya tanpa sandiwara. Masa dimana pertemanan dan persahabatan akan hilang perlahan karena sebuah alasan'skripsi'. Masa dimana pertemanan dan persahabatan tidak lebih penting daripada bimbingan dan bertemu dosen. Masa dimana uang tidak menjadi segalanya daripada menghadapi sidang skripsi. Masa dimana keadaan selalu tidak berpihak kepada kita ketika menunggu dosen pembimbing ada diruangannya. Masa dimana langkah kaki dan semangat tidak lebih besar daripada revisi. Masa dimana semua UKM sangat tidak dibutuhkan daripada sebuah kepastian dalam lembar tanda tangan yang berisi kita siap ujian skripsi. Semua itu masih membekas dalam ingatan siapapun yang pernah mengalaminya.
Kuliah.Kata yang tidak mudah dicapai seseorang. Sebuah kata tunggal yang memiliki arti jamak. Sebuah kata yang sangat diinginkan oleh siapa saja. Sebuah kata yang menyenangkan diawal tapi lelah di akhir. Sebuah kata yang memiliki proses panjang demi memindahkan seutas tali dikepala. Sebuah kata yang bermakna sangat dalam, lebih dalam dari apapun. Lebih luas dari samudera. Lebih berat dari berton ton baja. Kata yang bermakna tapi tidak memiliki arti yang sama. Tidak semua orang mampu menjalaninya. Sebagian takut diakhir tujuannya. Sebagian lagi ada yang menganggapnya sebagai rintangan dan cobaan hidup. Tapi, semua itu tak ada arti jika tidak ada perjuangan. Kuliah, tidak semdah membalikkan telapak tangan. Butuh semangat, dukungan, dan kerja keras untuk dapat lulus menghadapinya. Masalah skripsi hanya soal bagaimana cara kita menyikapinya. Jika semangat dan kerja keras yang menguasai diri, itu semua akan dengan mudah kita lewati. Tapi jika malas dan tidak peduli yang menguasai. Maka, bersiaplah untuk kalah sebelum perang.
Sebab Aku Cinta
Buku antologi kedelapan dari Pena Indis
Kisah di balik Sosial Media
Buku antologi ketujuh dari Probi Media
Ayah Ajari Siapa Aku!
Buku antologi keenam dari Pena Indis
Ketika Ijab Qobul Terucap
Buku antologi kelima dari Gema Sastra Publishing
Menggapai Impian
Buku antologi keempat dari Asrifa Publishing
Dreamland of Fantasy
Buku antologi ketiga dari Pustaka Jingga
Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Buku antologi kedua dari GP Publishing
First Writing
Translate
Cari Blog Ini
Popular Posts
About Me
- bilqis anisah
- Seorang ASN di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Memiliki hobi menulis dan memasak. Sebenarnya, apapun yang dilakukan jika ada doa dan usaha didalamnya akan menjadi berkah untuk kehidupan kelak.
Blogger templates
Kamis, 03 September 2015
Langganan:
Komentar (Atom)

