Kepada kamu yang selalu menungguku.
Terima kasih banyak karena telah menyatukan kembali hati yang pernah terpecah sebelumnya.
Kepada kamu yang selalu membuat senyum manis di bibirku.
Terima kasih banyak untuk berjuta tawa dan ceria yang selalu hadir di setiap pertemuan kita.
Kepada kamu yang selalu aku rindukan.
Terima kasih banyak untuk rindu yang selalu terjaga dan tersampaikan walau dengan sedikit hambatan.
Kepada kamu, sungguh aku membutuhkan sandaran lenganmu yang kokoh itu untuk menampung segala kesedihanku.
Kepada kamu, kamu dan kamu lagi,
Aku berharap Tuham mendengar segala inginku.
Terima kasih lagi, dan terima kasih.
Sebab Aku Cinta
Buku antologi kedelapan dari Pena Indis
Kisah di balik Sosial Media
Buku antologi ketujuh dari Probi Media
Ayah Ajari Siapa Aku!
Buku antologi keenam dari Pena Indis
Ketika Ijab Qobul Terucap
Buku antologi kelima dari Gema Sastra Publishing
Menggapai Impian
Buku antologi keempat dari Asrifa Publishing
Dreamland of Fantasy
Buku antologi ketiga dari Pustaka Jingga
Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Buku antologi kedua dari GP Publishing
First Writing
Translate
Cari Blog Ini
Popular Posts
About Me
- bilqis anisah
- Seorang ASN di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Memiliki hobi menulis dan memasak. Sebenarnya, apapun yang dilakukan jika ada doa dan usaha didalamnya akan menjadi berkah untuk kehidupan kelak.
Blogger templates
Senin, 24 Juni 2013
Sabtu, 22 Juni 2013
Metamorfosa Sempurna
"Happy brithday to you. Selamat ulang tahun
sayang. Semoga panjang umur, tambah cantik, sukses dan selalu disayangi
orang-orang yang menyayangimu. Selamat panjang umur ya, Mbak" -Oma-
"20 tahun telah
berlalu, bukti menjadi wanita sejati dan kelak akan menjadi seorang Ibu. Wahai
gadis harapan, jadilah dirimu setegar Siti Khadijah, setia seperti Siti Aisyah,
dan sepengasih Siti Fatimah" -Mama-
"Happy brithday! Semoga
panjang umur, sehat, banyak rezeki, karirnya maju terus. Amin ya Allah"
-MyBest Sister-
"Happy brithday yank,
semoga panjang umur, sehat selalu, selalu sayang sama Allah, keluarga dan sama
aku. Semoga cita-cita sayang tercapai dan di umur 20 ini semoga sayang tambah
dewasa biar bisa ngedidik aku :D. Have the best for you, beb. I love you so
much forever" -MyLongDistanceLove-
"Selamat ulang tahun.
Semoga lo dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala urusannya, dan semoga gak
tambah cerewet dan gak ngotak lagi. Oh ya, kalo kuliah itu mandi :D"
-Irsad, MyFriend-
"Happy brithday. Ntar
gua bungkusin buku bekas aja buat lo :D" -Mesong-
"Happy brithday,
sayang. Rateg Bilqis Anisah. Semoga semua cita-cita dan keinginannya terwujud.
Selalu dalam lindungan Allah. Murah rezeki, awet jodoh, sukses selalu,
diberikan kesehatan. Amin. Oh pulang nanti di traktir :D" -Nova,
MyoldFriend-
"Wah adek tingkat guw ultah
ya @banisyafei , met ultah adik kesayangan ku, makin cantikk, makin
dewasa, bahgia Dunia akhirat :D" -Mbak Herti-
Banyak harapan yang bakal aku sampein
sama Tuhan. Aku ingin semuanya terwujud menjadi sebuah moment yang sangat indah
dan yang paling berharga di hidupku. Terima kasih Allah untuk umur yang ke
duapuluh ini. Terima kasih banyak untuk ucapannya. Amin ya Robbalalamin :)
Tunggu Aku dan Kita Pasti Bahagia
Hei kamu!
Apa kabarnya hari ini?
Masih menungguku?
Ku harap begitu.
Terima kasih untuk rasa yang telah singgah disini, begitu baik, begitu indah, begitu terjaga.
Hei kamu!
Masih sibuk memenuhi hatiku?
Semoga tidak bosan, ya.
Aku harap jarak dan kamu segera berdamai dengan perdebatan kecil yang sering kau sebutkan satu persatu kepadaku.
Hei kamu!
Aku cinta kamu.
Aku ingin kita dipertemukan kembali oleh waktu yang telah kita sepakati.
Tunggu aku dan kita pasti bahagia.
Apa kabarnya hari ini?
Masih menungguku?
Ku harap begitu.
Terima kasih untuk rasa yang telah singgah disini, begitu baik, begitu indah, begitu terjaga.
Hei kamu!
Masih sibuk memenuhi hatiku?
Semoga tidak bosan, ya.
Aku harap jarak dan kamu segera berdamai dengan perdebatan kecil yang sering kau sebutkan satu persatu kepadaku.
Hei kamu!
Aku cinta kamu.
Aku ingin kita dipertemukan kembali oleh waktu yang telah kita sepakati.
Tunggu aku dan kita pasti bahagia.
Cinta, Aku Bahagia
Cinta,
Aku bahagia jika harus kembali jatuh cinta kepada kamu untuk yang mungkin ke seribu kali.
Aku bahagia saat pertama kali kita bertemu dan saling berharap untuk mengukir nama masing-masing di atas sebuah hati yang telah kita miliki.
Aku bahagia saat hatiku berdetak lebih cepat ketika kamu lewat di depan pintu kelasku.
Aku bahagia melihatmu tersenyum manis menyambut pertemuan kita.
Aku bahagia jika Tuhan untuk yang kesekian kalinya mengizinkanku mengulang pertemuan itu.
Aku bahagia jatuh cinta hanya kepada kamu, Januariku.
Aku bahagia jika harus kembali jatuh cinta kepada kamu untuk yang mungkin ke seribu kali.
Aku bahagia saat pertama kali kita bertemu dan saling berharap untuk mengukir nama masing-masing di atas sebuah hati yang telah kita miliki.
Aku bahagia saat hatiku berdetak lebih cepat ketika kamu lewat di depan pintu kelasku.
Aku bahagia melihatmu tersenyum manis menyambut pertemuan kita.
Aku bahagia jika Tuhan untuk yang kesekian kalinya mengizinkanku mengulang pertemuan itu.
Aku bahagia jatuh cinta hanya kepada kamu, Januariku.
Selasa, 18 Juni 2013
Negeri Samara
Musim salju telah
tiba. Aku akan berangkat menuju negeri impianku yang bernama Samara bersama
Dave, sahabatku. Kami naik kereta pukul sembilan malam. Dengan mengenakan jaket
kulit coklat dan sepatu hitam pemberian kakekku kami berjalan menuju ruang tunggu
di sebuah stasiun kereta. Lima belas menit berlalu akhirnya kereta yang kami
tunggu pun tiba. Kami segera memasuki gerbong kereta dengan gembira.
“Hei, Dave. Apakah
kau senang?”, tanyaku.
“Tentu saja. Bagaimana
denganmu?”, dia balik bertanya.
“Yah, sedikit lega
setelah lima belas menit menunggu”, aku sedikit tertawa bahagia. Kami menikmati
malam musim salju di dalam kereta. Memandang ke arah jendela dan mendapati
pemandangan lampu warna-warni yang bersinar di tengah gelapnya malam, sangat
istimewa hari ini.
Tooonnnnn...tooonnnn...
Suara kelakson
kereta berbunyi dengan sangat kencang. Membangunkan semua orang yang sedang
terlelap. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Posisi kereta mulai tak tentu arah. Jalannya
sudah tidak teratur. Ada apa ini? Tanyaku dalam hati. Aku segera membangunkan
Dave yang masih tertidur lelap.
“Dave, bangun. Sepertinya
kita dalam bahaya”, kataku.
Dave segera berdiri
dan menenangkanku. Dikejauhan terdengar suara bayi yang sedang menangis, dan
orang-orang yang ada di dalam gerbong mulai berteriak ketakutan. Begitupun denganku.
Tanpa di sadari kereta yang kami tumpangi sudah dalam keadaan miring. Aku sangat
takut, terlebih lagi sekarang sudah dalam keadaan gelap. Pukul dua pagi. Aku memeluk
Dave erat.
Duaaaaarrrrr...
Kereta yang kami
tumpangi terjun ke sebuah sungai yang sangat dalam. Aku tidak bisa melihat
Dave. Sebisa mungkin aku tetap berenang dan terus berenang sampai akhirnya aku
menemukan sebuah Istana yang sangat megah. Mataku terpana. Inikah negeri
Samara? Seperti kata kakek dan buku sejarah?
Pangeran Dari Negeri Samora
Pagi yang sangat cerah. Ku buka jendela
kamarku. Ku pandangi hamparan rumput hijau yang membelah sebuah sungai kecil di
sudut rumahku. Indah, sungguh sangat indah. Ku langkahkan kakiku menuju aliran
air itu. Dengan bahagia aku bermain air, menikamati pemadangan di sekitar
Istana. Hari ini sungguh luar biasa, pikirku. Ku baringkan badanku di
rerumputan yang luas nan hijau.
Hem...ku balikkan badanku. Ku pandangi
kelopak aster yang hampir mekar. Mereka sepertinya sangat bahagia menjadi
bagian dari Istana ini.
“Hei!”, sesosok makhluk memanggilku. Membuyarkan
seluruh lamunanku. Segera ku balikkan badanku dan duduk. Aku menoleh, mencari
sumber suara itu.
“Hei, aku disini”, sambungnya.
“Siapa kau?”, tanyaku takut. Seekor bunglon
bisa bicara padaku.
“Hah? Kau bisa bicara?”, tanyaku heran.
“Ya, kenalkan namaku Rio. Kau pasti
Adora kan? Putri cantik dari Istana yang sangat luar biasa megahnya. Hehe..”,
dia lucu sekali. Kulitnya bisa berubah warna. Dengan gaya menjulurkan lidah dia
berkata kepadaku, “Sedang apa kau di sini Nona Adora?”
“Aku sedang menunggu pangeran impianku”,
jawabku singkat.
“Pangeran impian? Siapakah itu?”, dia
bertanya penasaran.
“Adrian”, jawabku.
“Oh, aku tahu, pengeran tampan dari
negeri Samora kan? Sungguh dia tampan sekali”, katanya.
“Memangnya kau pernah melihat Adrian?”,
tanyaku.
“Aku sering melihatnya datang ke Istana
ini hanya untuk menemuimu, bukan?”, dia tahu.
“Ya, kau benar
sekali. Eh, ada kereta kuda. Itu pasti Adrian”, kataku bahagia. “Aku ingin
menemuinya, kau tunggu sebentar disini. jangan kemana-mana”, perintahku.
Aku berlari menemui
Adrian. Aku rindu sekali. Sudah lama kami tidak bertemu. Dia memelukku erat.
“Hei, Adrian!”, kata
Rio menyapa Adrian.
Adrian langsung terkejut
dibuatnya.
“Kau? Bisa bicara?”,
tanyanya.
“Kenalkan, dia Rio. Temanku”,
ucapku kepada Adrian. Aku sedikit kesal karena Rio tidak menuruti perkataanku.
“Hei, kau teman
Adora?”, tanya Adrian kepada Rio.
“Ya, tentu saja”
Kami bertiga
berkumpul bersama. Menikmati terik mentari di bawah awan putih. Layaknya sebuah
persahabatan. Kami takkan pernah pudar.
Senin, 17 Juni 2013
Pertemuan Kita Sebentar Lagi
"Hei, sebentar lagi kita sampai, sayang. Mari samaratakan langkah menuju kebahagiaan, aku yakin mentari pun akan tersenyum untuk kita", gerutuku dalam hati.
Terkadang, kita sering meributkan hal yang nyatanya spele dan tidak perlu untuk di bahas.
Terkadang, kita juga sering menyalahkan jarak, seolah ini semua adalah kesalahannya, bukan kita, aku dan kamu.
Terkadang, air mata ini sudah malas untuk keluar dan membasahi pipiku yang selalu kau usap demi sebuah kebahagiaan.
Akupun tak menyalahkan kamu, tak juga menyelahkan kita atas semua peristiwa ini.
Sejujurnya, aku menyalahkan keadaan, keadaan yang menuntut kita terlalu cepat mengambil keputusan.
Aku tahu, cinta antara aku dan kamu- kita sudah menjadi sebuah cinta dewasa. Cinta yang mengerti. Sebuah cinta yang selalu menciptakan sebuah senyuman indah yang terangkai di setiap bingkai foto kita bersama. Cinta yang selalu ada, membawa damai di dalam hati.
Aku pernah bercerita padamu tentang dunia yang aku impikan. Bukan dongeng Cinderella ataupun Putri Salju, tapi aku menginginkan sebuah dunia yang hanya ada kita, aku dan kamu, sayang.
Aku juga menginginkan sebuah rasa yang tak pernah pudar, sebuah rasa yang tak kunjung berubah. Kamu mencintaiku, akupun begitu.
Sebenarnya, walaupun aku jauh kita tetap memandang langit yang sama. Menikmati mentari yang sama. Aku tak akan pernah bosan memberikan sebuah pelukan hangat untukmu lewat jarak yang kita ciptakan. Aku juga tak akan pernah bosan untuk tetap berada di sampingmu, walau pertemuan kita selalu di batasi, entah oleh keadaan atupun kita sendiri. Bersabarlah sayang, aku pasti kembali.
Sabtu, 15 Juni 2013
Selamat Bercerita
Selamat Pagi,
Untuk kamu yang jauh disana, ku genggamkan sebuah harapan yang tak kunjung pudar.
Aku berharap kamu masih menungguku dengan sebuah senyuman yang dulu aku simpan di lubuk hati terdalam.
Selamat Siang,
Selamat menyantap hidangan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan di tengah terik Mentari-Nya.
Selamat Sore,
Apakah kamu menikmati senja-Nya? Senja yang dulu aku tunggu untuk bisa menatap wajahmu. Senja pengungkapan cinta yang dulu kau ciptakan. Kau ingat? Semoga saja kau masih mengingat memori indah itu.
Selamat Malam,
Semoga malam ini kau terjaga. Semoga rembulan tetap memberikan sinar terbaiknya untuk kamu, untuk kita dalam menikmati malam yang sama.
Untuk kamu yang jauh disana, ku genggamkan sebuah harapan yang tak kunjung pudar.
Aku berharap kamu masih menungguku dengan sebuah senyuman yang dulu aku simpan di lubuk hati terdalam.
Selamat Siang,
Selamat menyantap hidangan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan di tengah terik Mentari-Nya.
Selamat Sore,
Apakah kamu menikmati senja-Nya? Senja yang dulu aku tunggu untuk bisa menatap wajahmu. Senja pengungkapan cinta yang dulu kau ciptakan. Kau ingat? Semoga saja kau masih mengingat memori indah itu.
Selamat Malam,
Semoga malam ini kau terjaga. Semoga rembulan tetap memberikan sinar terbaiknya untuk kamu, untuk kita dalam menikmati malam yang sama.
Rabu, 05 Juni 2013
Lentera Jiwa
Bersembunyi dalam kabut malam
Yang membuatku hampir hilang
Apakah ini salah?
Selalu terbagi di antara ruang?
Aku muak, aku bosan
Bosan dengan semua yang selalu membangkang
Aku penat, aku nekat
Seperti besi yang selalu berkarat
Aku ingin hilang ingatan
Memecahkan tragedi yang sungguh tidak nyaman
Lentera jiwa yang selalu padam
Dihempas angin dan gelombang
Kemanakah sebuah senyuman yang dulu hilang?
Menghilang di sudut bibir dan terbang
Kemanakah sebuah kebahagiaan yang dulu hilang?
Dihempas kesombongan yang selalu datang
Aku muak, aku bosan, aku ingin hilang ingatan
Yang membuatku hampir hilang
Apakah ini salah?
Selalu terbagi di antara ruang?
Aku muak, aku bosan
Bosan dengan semua yang selalu membangkang
Aku penat, aku nekat
Seperti besi yang selalu berkarat
Aku ingin hilang ingatan
Memecahkan tragedi yang sungguh tidak nyaman
Lentera jiwa yang selalu padam
Dihempas angin dan gelombang
Kemanakah sebuah senyuman yang dulu hilang?
Menghilang di sudut bibir dan terbang
Kemanakah sebuah kebahagiaan yang dulu hilang?
Dihempas kesombongan yang selalu datang
Aku muak, aku bosan, aku ingin hilang ingatan
Nyanyian Hujan
Butiran rintik hujan membasahi jendela kamarku
Ini adalah awal kehidupanku yang baru
Ingin ku ungkap semua yang dulu semu
Menjadi sebuah arti yang syahdu
Kutapaki waktu demi waktu yang selalu setia menungguku
Di akhir perbatasanku menuju tempat yang sangat aku rindu
Ingin sesekali meraih impian di kala mentari mulai jauh
Tapi, yang tampak hanya sekelebat luka yang tak kunjung sembuh
Aku rindu, tapi aku malu
Sudah bosan mendengar keluhanku
Aku rindu, aku ingin bertemu
Dikala nyanyian hujan selalu menungguku
Ini adalah awal kehidupanku yang baru
Ingin ku ungkap semua yang dulu semu
Menjadi sebuah arti yang syahdu
Kutapaki waktu demi waktu yang selalu setia menungguku
Di akhir perbatasanku menuju tempat yang sangat aku rindu
Ingin sesekali meraih impian di kala mentari mulai jauh
Tapi, yang tampak hanya sekelebat luka yang tak kunjung sembuh
Aku rindu, tapi aku malu
Sudah bosan mendengar keluhanku
Aku rindu, aku ingin bertemu
Dikala nyanyian hujan selalu menungguku
Langganan:
Komentar (Atom)





.jpg)

.jpg)