Senin, 24 Juni 2013

Kepada Kamu

Diposting oleh bilqis anisah di 09.05 0 komentar
Kepada kamu yang selalu menungguku.
Terima kasih banyak karena telah menyatukan kembali hati yang pernah terpecah sebelumnya.

Kepada kamu yang selalu membuat senyum manis di bibirku.
Terima kasih banyak untuk berjuta tawa dan ceria yang selalu hadir di setiap pertemuan kita.

Kepada kamu yang selalu aku rindukan.
Terima kasih banyak untuk rindu yang selalu terjaga dan tersampaikan walau dengan sedikit hambatan.

Kepada kamu, sungguh aku membutuhkan sandaran lenganmu yang kokoh itu untuk menampung segala kesedihanku.
Kepada kamu, kamu dan kamu lagi,
Aku berharap Tuham mendengar segala inginku.
Terima kasih lagi, dan terima kasih.

Sabtu, 22 Juni 2013

Metamorfosa Sempurna

Diposting oleh bilqis anisah di 19.08 0 komentar

"Happy brithday to you. Selamat ulang tahun sayang. Semoga panjang umur, tambah cantik, sukses dan selalu disayangi orang-orang yang menyayangimu. Selamat panjang umur ya, Mbak" -Oma-

"20 tahun telah berlalu, bukti menjadi wanita sejati dan kelak akan menjadi seorang Ibu. Wahai gadis harapan, jadilah dirimu setegar Siti Khadijah, setia seperti Siti Aisyah, dan sepengasih Siti Fatimah" -Mama-

"Happy brithday! Semoga panjang umur, sehat, banyak rezeki, karirnya maju terus. Amin ya Allah" -MyBest Sister-

"Happy brithday yank, semoga panjang umur, sehat selalu, selalu sayang sama Allah, keluarga dan sama aku. Semoga cita-cita sayang tercapai dan di umur 20 ini semoga sayang tambah dewasa biar bisa ngedidik aku :D. Have the best for you, beb. I love you so much forever" -MyLongDistanceLove-

"Selamat ulang tahun. Semoga lo dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala urusannya, dan semoga gak tambah cerewet dan gak ngotak lagi. Oh ya, kalo kuliah itu mandi :D" -Irsad, MyFriend-

"Happy brithday. Ntar gua bungkusin buku bekas aja buat lo :D" -Mesong-

"Happy brithday, sayang. Rateg Bilqis Anisah. Semoga semua cita-cita dan keinginannya terwujud. Selalu dalam lindungan Allah. Murah rezeki, awet jodoh, sukses selalu, diberikan kesehatan. Amin. Oh pulang nanti di traktir :D" -Nova, MyoldFriend-

"Wah adek tingkat guw ultah ya @banisyafei , met ultah adik kesayangan ku, makin cantikk, makin dewasa, bahgia Dunia akhirat :D" -Mbak Herti-

Banyak harapan yang bakal aku sampein sama Tuhan. Aku ingin semuanya terwujud menjadi sebuah moment yang sangat indah dan yang paling berharga di hidupku. Terima kasih Allah untuk umur yang ke duapuluh ini. Terima kasih banyak untuk ucapannya. Amin ya Robbalalamin :)


Tunggu Aku dan Kita Pasti Bahagia

Diposting oleh bilqis anisah di 04.43 0 komentar
Hei kamu!
Apa kabarnya hari ini?
Masih menungguku?
Ku harap begitu.
Terima kasih untuk rasa yang telah singgah disini, begitu baik, begitu indah, begitu terjaga.

Hei kamu!
Masih sibuk memenuhi hatiku?
Semoga tidak bosan, ya.
Aku harap jarak dan kamu segera berdamai dengan perdebatan kecil yang sering kau sebutkan satu persatu kepadaku.

Hei kamu!
Aku cinta kamu.
Aku ingin kita dipertemukan kembali oleh waktu yang telah kita sepakati.
Tunggu aku dan kita pasti bahagia.

Cinta, Aku Bahagia

Diposting oleh bilqis anisah di 04.36 0 komentar
Cinta,
Aku bahagia jika harus kembali jatuh cinta kepada kamu untuk yang mungkin ke seribu kali.
Aku bahagia saat pertama kali kita bertemu dan saling berharap untuk mengukir nama masing-masing di atas sebuah hati yang telah kita miliki.
Aku bahagia saat hatiku berdetak lebih cepat ketika kamu lewat di depan pintu kelasku.
Aku bahagia melihatmu tersenyum manis menyambut pertemuan kita.
Aku bahagia jika Tuhan untuk yang kesekian kalinya mengizinkanku mengulang pertemuan itu.
Aku bahagia jatuh cinta hanya kepada kamu, Januariku.

Selasa, 18 Juni 2013

Negeri Samara

Diposting oleh bilqis anisah di 08.59 0 komentar
Musim salju telah tiba. Aku akan berangkat menuju negeri impianku yang bernama Samara bersama Dave, sahabatku. Kami naik kereta pukul sembilan malam. Dengan mengenakan jaket kulit coklat dan sepatu hitam pemberian kakekku kami berjalan menuju ruang tunggu di sebuah stasiun kereta. Lima belas menit berlalu akhirnya kereta yang kami tunggu pun tiba. Kami segera memasuki gerbong kereta dengan gembira.
“Hei, Dave. Apakah kau senang?”, tanyaku.
“Tentu saja. Bagaimana denganmu?”, dia balik bertanya.
“Yah, sedikit lega setelah lima belas menit menunggu”, aku sedikit tertawa bahagia. Kami menikmati malam musim salju di dalam kereta. Memandang ke arah jendela dan mendapati pemandangan lampu warna-warni yang bersinar di tengah gelapnya malam, sangat istimewa hari ini.
Tooonnnnn...tooonnnn...
Suara kelakson kereta berbunyi dengan sangat kencang. Membangunkan semua orang yang sedang terlelap. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Posisi kereta mulai tak tentu arah. Jalannya sudah tidak teratur. Ada apa ini? Tanyaku dalam hati. Aku segera membangunkan Dave yang masih tertidur lelap.
“Dave, bangun. Sepertinya kita dalam bahaya”, kataku.
Dave segera berdiri dan menenangkanku. Dikejauhan terdengar suara bayi yang sedang menangis, dan orang-orang yang ada di dalam gerbong mulai berteriak ketakutan. Begitupun denganku. Tanpa di sadari kereta yang kami tumpangi sudah dalam keadaan miring. Aku sangat takut, terlebih lagi sekarang sudah dalam keadaan gelap. Pukul dua pagi. Aku memeluk Dave erat.
Duaaaaarrrrr...

Kereta yang kami tumpangi terjun ke sebuah sungai yang sangat dalam. Aku tidak bisa melihat Dave. Sebisa mungkin aku tetap berenang dan terus berenang sampai akhirnya aku menemukan sebuah Istana yang sangat megah. Mataku terpana. Inikah negeri Samara? Seperti kata kakek dan buku sejarah?

Pangeran Dari Negeri Samora

Diposting oleh bilqis anisah di 01.06 2 komentar
Pagi yang sangat cerah. Ku buka jendela kamarku. Ku pandangi hamparan rumput hijau yang membelah sebuah sungai kecil di sudut rumahku. Indah, sungguh sangat indah. Ku langkahkan kakiku menuju aliran air itu. Dengan bahagia aku bermain air, menikamati pemadangan di sekitar Istana. Hari ini sungguh luar biasa, pikirku. Ku baringkan badanku di rerumputan yang luas nan hijau.
Hem...ku balikkan badanku. Ku pandangi kelopak aster yang hampir mekar. Mereka sepertinya sangat bahagia menjadi bagian dari Istana ini.
“Hei!”, sesosok makhluk memanggilku. Membuyarkan seluruh lamunanku. Segera ku balikkan badanku dan duduk. Aku menoleh, mencari sumber suara itu.
“Hei, aku disini”, sambungnya.
“Siapa kau?”, tanyaku takut. Seekor bunglon bisa bicara padaku.
“Hah? Kau bisa bicara?”, tanyaku heran.
“Ya, kenalkan namaku Rio. Kau pasti Adora kan? Putri cantik dari Istana yang sangat luar biasa megahnya. Hehe..”, dia lucu sekali. Kulitnya bisa berubah warna. Dengan gaya menjulurkan lidah dia berkata kepadaku, “Sedang apa kau di sini Nona Adora?”
“Aku sedang menunggu pangeran impianku”, jawabku singkat.
“Pangeran impian? Siapakah itu?”, dia bertanya penasaran.
“Adrian”, jawabku.
“Oh, aku tahu, pengeran tampan dari negeri Samora kan? Sungguh dia tampan sekali”, katanya.
“Memangnya kau pernah melihat Adrian?”, tanyaku.
“Aku sering melihatnya datang ke Istana ini hanya untuk menemuimu, bukan?”, dia tahu.
“Ya, kau benar sekali. Eh, ada kereta kuda. Itu pasti Adrian”, kataku bahagia. “Aku ingin menemuinya, kau tunggu sebentar disini. jangan kemana-mana”, perintahku.
Aku berlari menemui Adrian. Aku rindu sekali. Sudah lama kami tidak bertemu. Dia memelukku erat.
“Hei, Adrian!”, kata Rio menyapa Adrian.
Adrian langsung terkejut dibuatnya.
“Kau? Bisa bicara?”, tanyanya.
“Kenalkan, dia Rio. Temanku”, ucapku kepada Adrian. Aku sedikit kesal karena Rio tidak menuruti perkataanku.
“Hei, kau teman Adora?”, tanya Adrian kepada Rio.
“Ya, tentu saja”

Kami bertiga berkumpul bersama. Menikmati terik mentari di bawah awan putih. Layaknya sebuah persahabatan. Kami takkan pernah pudar.

Senin, 17 Juni 2013

Pertemuan Kita Sebentar Lagi

Diposting oleh bilqis anisah di 22.32 0 komentar

"Hei, sebentar lagi kita sampai, sayang. Mari samaratakan langkah menuju kebahagiaan, aku yakin mentari pun akan tersenyum untuk kita", gerutuku dalam hati.

Selama ini, aku rasa semuanya baik-baik saja. Tapi, aku mengharapkan ada sebuah pembelajaran yang akan kita dapatkan setelah ini semua.

Terkadang, kita sering meributkan hal yang nyatanya spele dan tidak perlu untuk di bahas.
Terkadang, kita juga sering menyalahkan jarak, seolah ini semua adalah kesalahannya, bukan kita, aku dan kamu.
Terkadang, air mata ini sudah malas untuk keluar dan membasahi pipiku yang selalu kau usap demi sebuah kebahagiaan.
Akupun tak menyalahkan kamu, tak juga menyelahkan kita atas semua peristiwa ini.
Sejujurnya, aku menyalahkan keadaan, keadaan yang menuntut kita terlalu cepat mengambil keputusan.
Aku tahu, cinta antara aku dan kamu- kita sudah menjadi sebuah cinta dewasa. Cinta yang mengerti. Sebuah cinta yang selalu menciptakan sebuah senyuman indah yang terangkai di setiap bingkai foto kita bersama. Cinta yang selalu ada, membawa damai di dalam hati.

Aku pernah bercerita padamu tentang dunia yang aku impikan. Bukan dongeng Cinderella ataupun Putri Salju, tapi aku menginginkan sebuah dunia yang hanya ada kita, aku dan kamu, sayang.
Aku juga menginginkan sebuah rasa yang tak pernah pudar, sebuah rasa yang tak kunjung berubah. Kamu mencintaiku, akupun begitu.
Sebenarnya, walaupun aku jauh kita tetap memandang langit yang sama. Menikmati mentari yang sama. Aku tak akan pernah bosan memberikan sebuah pelukan hangat untukmu lewat jarak yang kita ciptakan. Aku juga tak akan pernah bosan untuk tetap berada di sampingmu, walau pertemuan kita selalu di batasi, entah oleh keadaan atupun kita sendiri. Bersabarlah sayang, aku pasti kembali.

Sabtu, 15 Juni 2013

Selamat Bercerita

Diposting oleh bilqis anisah di 08.09 0 komentar
Selamat Pagi,
Untuk kamu yang jauh disana, ku genggamkan sebuah harapan yang tak kunjung pudar.
Aku berharap kamu masih menungguku dengan sebuah senyuman yang dulu aku simpan di lubuk hati terdalam.

Selamat Siang,
Selamat menyantap hidangan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan di tengah terik Mentari-Nya.

Selamat Sore,
Apakah kamu menikmati senja-Nya? Senja yang dulu aku tunggu untuk bisa menatap wajahmu. Senja pengungkapan cinta yang dulu kau ciptakan. Kau ingat? Semoga saja kau masih mengingat memori indah itu.

Selamat Malam,
Semoga malam ini kau terjaga. Semoga rembulan tetap memberikan sinar terbaiknya untuk kamu, untuk kita dalam menikmati malam yang sama.

Rabu, 05 Juni 2013

Lentera Jiwa

Diposting oleh bilqis anisah di 04.58 0 komentar
Bersembunyi dalam kabut malam
Yang membuatku hampir hilang
Apakah ini salah?
Selalu terbagi di antara ruang?

Aku muak, aku bosan
Bosan dengan semua yang selalu membangkang
Aku penat, aku nekat
Seperti besi yang selalu berkarat

Aku ingin hilang ingatan
Memecahkan tragedi yang sungguh tidak nyaman
Lentera jiwa yang selalu padam
Dihempas angin dan gelombang

Kemanakah sebuah senyuman yang dulu hilang?
Menghilang di sudut bibir dan terbang
Kemanakah sebuah kebahagiaan yang dulu hilang?
Dihempas kesombongan yang selalu datang

Aku muak, aku bosan, aku ingin hilang ingatan

Nyanyian Hujan

Diposting oleh bilqis anisah di 04.53 0 komentar
Butiran rintik hujan membasahi jendela kamarku
Ini adalah awal kehidupanku yang baru
Ingin ku ungkap semua yang dulu semu
Menjadi sebuah arti yang syahdu

Kutapaki waktu demi waktu yang selalu setia menungguku
Di akhir perbatasanku menuju tempat yang sangat aku rindu
Ingin sesekali meraih impian di kala mentari mulai jauh
Tapi, yang tampak hanya sekelebat luka yang tak kunjung sembuh

Aku rindu, tapi aku malu
Sudah bosan mendengar keluhanku
Aku rindu, aku ingin bertemu
Dikala nyanyian hujan selalu menungguku
 

Blog Bilqis Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea