Selasa, 18 Juni 2013

Negeri Samara

Diposting oleh bilqis anisah di 08.59
Musim salju telah tiba. Aku akan berangkat menuju negeri impianku yang bernama Samara bersama Dave, sahabatku. Kami naik kereta pukul sembilan malam. Dengan mengenakan jaket kulit coklat dan sepatu hitam pemberian kakekku kami berjalan menuju ruang tunggu di sebuah stasiun kereta. Lima belas menit berlalu akhirnya kereta yang kami tunggu pun tiba. Kami segera memasuki gerbong kereta dengan gembira.
“Hei, Dave. Apakah kau senang?”, tanyaku.
“Tentu saja. Bagaimana denganmu?”, dia balik bertanya.
“Yah, sedikit lega setelah lima belas menit menunggu”, aku sedikit tertawa bahagia. Kami menikmati malam musim salju di dalam kereta. Memandang ke arah jendela dan mendapati pemandangan lampu warna-warni yang bersinar di tengah gelapnya malam, sangat istimewa hari ini.
Tooonnnnn...tooonnnn...
Suara kelakson kereta berbunyi dengan sangat kencang. Membangunkan semua orang yang sedang terlelap. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Posisi kereta mulai tak tentu arah. Jalannya sudah tidak teratur. Ada apa ini? Tanyaku dalam hati. Aku segera membangunkan Dave yang masih tertidur lelap.
“Dave, bangun. Sepertinya kita dalam bahaya”, kataku.
Dave segera berdiri dan menenangkanku. Dikejauhan terdengar suara bayi yang sedang menangis, dan orang-orang yang ada di dalam gerbong mulai berteriak ketakutan. Begitupun denganku. Tanpa di sadari kereta yang kami tumpangi sudah dalam keadaan miring. Aku sangat takut, terlebih lagi sekarang sudah dalam keadaan gelap. Pukul dua pagi. Aku memeluk Dave erat.
Duaaaaarrrrr...

Kereta yang kami tumpangi terjun ke sebuah sungai yang sangat dalam. Aku tidak bisa melihat Dave. Sebisa mungkin aku tetap berenang dan terus berenang sampai akhirnya aku menemukan sebuah Istana yang sangat megah. Mataku terpana. Inikah negeri Samara? Seperti kata kakek dan buku sejarah?

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Bilqis Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea