Pagi yang sangat cerah. Ku buka jendela
kamarku. Ku pandangi hamparan rumput hijau yang membelah sebuah sungai kecil di
sudut rumahku. Indah, sungguh sangat indah. Ku langkahkan kakiku menuju aliran
air itu. Dengan bahagia aku bermain air, menikamati pemadangan di sekitar
Istana. Hari ini sungguh luar biasa, pikirku. Ku baringkan badanku di
rerumputan yang luas nan hijau.
Hem...ku balikkan badanku. Ku pandangi
kelopak aster yang hampir mekar. Mereka sepertinya sangat bahagia menjadi
bagian dari Istana ini.
“Hei!”, sesosok makhluk memanggilku. Membuyarkan
seluruh lamunanku. Segera ku balikkan badanku dan duduk. Aku menoleh, mencari
sumber suara itu.
“Hei, aku disini”, sambungnya.
“Siapa kau?”, tanyaku takut. Seekor bunglon
bisa bicara padaku.
“Hah? Kau bisa bicara?”, tanyaku heran.
“Ya, kenalkan namaku Rio. Kau pasti
Adora kan? Putri cantik dari Istana yang sangat luar biasa megahnya. Hehe..”,
dia lucu sekali. Kulitnya bisa berubah warna. Dengan gaya menjulurkan lidah dia
berkata kepadaku, “Sedang apa kau di sini Nona Adora?”
“Aku sedang menunggu pangeran impianku”,
jawabku singkat.
“Pangeran impian? Siapakah itu?”, dia
bertanya penasaran.
“Adrian”, jawabku.
“Oh, aku tahu, pengeran tampan dari
negeri Samora kan? Sungguh dia tampan sekali”, katanya.
“Memangnya kau pernah melihat Adrian?”,
tanyaku.
“Aku sering melihatnya datang ke Istana
ini hanya untuk menemuimu, bukan?”, dia tahu.
“Ya, kau benar
sekali. Eh, ada kereta kuda. Itu pasti Adrian”, kataku bahagia. “Aku ingin
menemuinya, kau tunggu sebentar disini. jangan kemana-mana”, perintahku.
Aku berlari menemui
Adrian. Aku rindu sekali. Sudah lama kami tidak bertemu. Dia memelukku erat.
“Hei, Adrian!”, kata
Rio menyapa Adrian.
Adrian langsung terkejut
dibuatnya.
“Kau? Bisa bicara?”,
tanyanya.
“Kenalkan, dia Rio. Temanku”,
ucapku kepada Adrian. Aku sedikit kesal karena Rio tidak menuruti perkataanku.
“Hei, kau teman
Adora?”, tanya Adrian kepada Rio.
“Ya, tentu saja”
Kami bertiga
berkumpul bersama. Menikmati terik mentari di bawah awan putih. Layaknya sebuah
persahabatan. Kami takkan pernah pudar.



Nice! :)
BalasHapusMakasih :)
BalasHapus