Selasa, 18 Juni 2013

Pangeran Dari Negeri Samora

Diposting oleh bilqis anisah di 01.06
Pagi yang sangat cerah. Ku buka jendela kamarku. Ku pandangi hamparan rumput hijau yang membelah sebuah sungai kecil di sudut rumahku. Indah, sungguh sangat indah. Ku langkahkan kakiku menuju aliran air itu. Dengan bahagia aku bermain air, menikamati pemadangan di sekitar Istana. Hari ini sungguh luar biasa, pikirku. Ku baringkan badanku di rerumputan yang luas nan hijau.
Hem...ku balikkan badanku. Ku pandangi kelopak aster yang hampir mekar. Mereka sepertinya sangat bahagia menjadi bagian dari Istana ini.
“Hei!”, sesosok makhluk memanggilku. Membuyarkan seluruh lamunanku. Segera ku balikkan badanku dan duduk. Aku menoleh, mencari sumber suara itu.
“Hei, aku disini”, sambungnya.
“Siapa kau?”, tanyaku takut. Seekor bunglon bisa bicara padaku.
“Hah? Kau bisa bicara?”, tanyaku heran.
“Ya, kenalkan namaku Rio. Kau pasti Adora kan? Putri cantik dari Istana yang sangat luar biasa megahnya. Hehe..”, dia lucu sekali. Kulitnya bisa berubah warna. Dengan gaya menjulurkan lidah dia berkata kepadaku, “Sedang apa kau di sini Nona Adora?”
“Aku sedang menunggu pangeran impianku”, jawabku singkat.
“Pangeran impian? Siapakah itu?”, dia bertanya penasaran.
“Adrian”, jawabku.
“Oh, aku tahu, pengeran tampan dari negeri Samora kan? Sungguh dia tampan sekali”, katanya.
“Memangnya kau pernah melihat Adrian?”, tanyaku.
“Aku sering melihatnya datang ke Istana ini hanya untuk menemuimu, bukan?”, dia tahu.
“Ya, kau benar sekali. Eh, ada kereta kuda. Itu pasti Adrian”, kataku bahagia. “Aku ingin menemuinya, kau tunggu sebentar disini. jangan kemana-mana”, perintahku.
Aku berlari menemui Adrian. Aku rindu sekali. Sudah lama kami tidak bertemu. Dia memelukku erat.
“Hei, Adrian!”, kata Rio menyapa Adrian.
Adrian langsung terkejut dibuatnya.
“Kau? Bisa bicara?”, tanyanya.
“Kenalkan, dia Rio. Temanku”, ucapku kepada Adrian. Aku sedikit kesal karena Rio tidak menuruti perkataanku.
“Hei, kau teman Adora?”, tanya Adrian kepada Rio.
“Ya, tentu saja”

Kami bertiga berkumpul bersama. Menikmati terik mentari di bawah awan putih. Layaknya sebuah persahabatan. Kami takkan pernah pudar.

2 komentar:

 

Blog Bilqis Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea