Selasa, 05 November 2013

Dikala Diam

Diposting oleh bilqis anisah di 19.22 0 komentar
Kamu, satu kata yang menggertak hatiku
Memacu kembali peredaran darah keseluruh tubuhku, 
Membentuk lekukan indah dari bibirku perlahan
Yang semakin lama semakin tak terelakkan 
Dalam diam, kembali ku ingat masa itu
Masa dimana hati ini selalu berbunga-bunga
Selalu bahagia dan semuanya terasa indah


Dalam berbagai makna, hidupku kembali berwarna.
Rabu, 6 November 2013

Sabtu, 26 Oktober 2013

Masih Adakah?

Diposting oleh bilqis anisah di 07.13 0 komentar

Masih adakah waktu untuk bisa mengulang kembali kebersamaan itu? Kebersamaan yang hanya ada aku dan kamu di dalamnya. Kebersamaan yang membuat kita tertawa lepas, bebas, dan bahagia.

Masih adakah kesempatan untukku agar bisa terus bersama denganmu? Menikmati setiap tetes hujan yang jatuh di bawah pohon cemara, bersama menghangatkan jiwa dengan sebuah sentuhan lembut dari genggaman tanganmu?
Aku mencintaimu, sungguh tulus dari dalam hatiku.

Masih adakah sebuah senyuman untukku? Lekukan indah yang tak pernah menjemukan itu?
Masihkah kau menyimpannya?

Setidaknya

Diposting oleh bilqis anisah di 07.09 0 komentar
Di saat aku harus diam kembali
Mungkin rindu yang ku simpan terkadang tak berarti untuk memenuhi setiap ruang kosong yang ada disini
Aku berusaha menelan keadaan yang ada, menjadikannya teman seperjuangan
Tapi sampai kapankah semuanya akan berubah jika setiap kali aku harus mengubur ruangan itu dengan berbagai macam rasa?
Setidaknya aku pernah menemanimu bermimpi akan dunia dan hadir kembali di sampaingmu untuk mewujudkan semua itu
Setidaknya aku pernah merajai hari bersamamu hingga rembulan bersinar lagi
Setidaknya aku pernah memelukmu erat saat hati kita sedang sama-sama merasakan getaran itu
Setidaknya, itulah harapanku untukmu, menjadi yang terbaik bersama mentari yang setiap pagi selalu bersinar di jendela kamarmu.

Mungkin tawa yang aku ciptakan kemarin bisa membantumu untuk kembali merindukanku, dalam diam,,,

Minggu, 15 September 2013

Selamat Pagi Cinta Yang Hilang

Diposting oleh bilqis anisah di 06.48 0 komentar
Selamat pagi cinta yang hilang
Aku sudah lama menunggumu
Menunggu untuk kembali bersama, bercanda menepikan rindu
Disetiap helai daun maple yang hampir rapuh

Selamat pagi cinta yang hilang
Cinta yang telah lama aku tunggu di depan persimpangan jalan
Berharap kau menyapaku di setiap pertemuan

Mungkin ini adalah takdir dimana kita akan bertemu lagi, nanti di saat aku sudah kembali

Senin, 24 Juni 2013

Kepada Kamu

Diposting oleh bilqis anisah di 09.05 0 komentar
Kepada kamu yang selalu menungguku.
Terima kasih banyak karena telah menyatukan kembali hati yang pernah terpecah sebelumnya.

Kepada kamu yang selalu membuat senyum manis di bibirku.
Terima kasih banyak untuk berjuta tawa dan ceria yang selalu hadir di setiap pertemuan kita.

Kepada kamu yang selalu aku rindukan.
Terima kasih banyak untuk rindu yang selalu terjaga dan tersampaikan walau dengan sedikit hambatan.

Kepada kamu, sungguh aku membutuhkan sandaran lenganmu yang kokoh itu untuk menampung segala kesedihanku.
Kepada kamu, kamu dan kamu lagi,
Aku berharap Tuham mendengar segala inginku.
Terima kasih lagi, dan terima kasih.

Sabtu, 22 Juni 2013

Metamorfosa Sempurna

Diposting oleh bilqis anisah di 19.08 0 komentar

"Happy brithday to you. Selamat ulang tahun sayang. Semoga panjang umur, tambah cantik, sukses dan selalu disayangi orang-orang yang menyayangimu. Selamat panjang umur ya, Mbak" -Oma-

"20 tahun telah berlalu, bukti menjadi wanita sejati dan kelak akan menjadi seorang Ibu. Wahai gadis harapan, jadilah dirimu setegar Siti Khadijah, setia seperti Siti Aisyah, dan sepengasih Siti Fatimah" -Mama-

"Happy brithday! Semoga panjang umur, sehat, banyak rezeki, karirnya maju terus. Amin ya Allah" -MyBest Sister-

"Happy brithday yank, semoga panjang umur, sehat selalu, selalu sayang sama Allah, keluarga dan sama aku. Semoga cita-cita sayang tercapai dan di umur 20 ini semoga sayang tambah dewasa biar bisa ngedidik aku :D. Have the best for you, beb. I love you so much forever" -MyLongDistanceLove-

"Selamat ulang tahun. Semoga lo dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala urusannya, dan semoga gak tambah cerewet dan gak ngotak lagi. Oh ya, kalo kuliah itu mandi :D" -Irsad, MyFriend-

"Happy brithday. Ntar gua bungkusin buku bekas aja buat lo :D" -Mesong-

"Happy brithday, sayang. Rateg Bilqis Anisah. Semoga semua cita-cita dan keinginannya terwujud. Selalu dalam lindungan Allah. Murah rezeki, awet jodoh, sukses selalu, diberikan kesehatan. Amin. Oh pulang nanti di traktir :D" -Nova, MyoldFriend-

"Wah adek tingkat guw ultah ya @banisyafei , met ultah adik kesayangan ku, makin cantikk, makin dewasa, bahgia Dunia akhirat :D" -Mbak Herti-

Banyak harapan yang bakal aku sampein sama Tuhan. Aku ingin semuanya terwujud menjadi sebuah moment yang sangat indah dan yang paling berharga di hidupku. Terima kasih Allah untuk umur yang ke duapuluh ini. Terima kasih banyak untuk ucapannya. Amin ya Robbalalamin :)


Tunggu Aku dan Kita Pasti Bahagia

Diposting oleh bilqis anisah di 04.43 0 komentar
Hei kamu!
Apa kabarnya hari ini?
Masih menungguku?
Ku harap begitu.
Terima kasih untuk rasa yang telah singgah disini, begitu baik, begitu indah, begitu terjaga.

Hei kamu!
Masih sibuk memenuhi hatiku?
Semoga tidak bosan, ya.
Aku harap jarak dan kamu segera berdamai dengan perdebatan kecil yang sering kau sebutkan satu persatu kepadaku.

Hei kamu!
Aku cinta kamu.
Aku ingin kita dipertemukan kembali oleh waktu yang telah kita sepakati.
Tunggu aku dan kita pasti bahagia.

Cinta, Aku Bahagia

Diposting oleh bilqis anisah di 04.36 0 komentar
Cinta,
Aku bahagia jika harus kembali jatuh cinta kepada kamu untuk yang mungkin ke seribu kali.
Aku bahagia saat pertama kali kita bertemu dan saling berharap untuk mengukir nama masing-masing di atas sebuah hati yang telah kita miliki.
Aku bahagia saat hatiku berdetak lebih cepat ketika kamu lewat di depan pintu kelasku.
Aku bahagia melihatmu tersenyum manis menyambut pertemuan kita.
Aku bahagia jika Tuhan untuk yang kesekian kalinya mengizinkanku mengulang pertemuan itu.
Aku bahagia jatuh cinta hanya kepada kamu, Januariku.

Selasa, 18 Juni 2013

Negeri Samara

Diposting oleh bilqis anisah di 08.59 0 komentar
Musim salju telah tiba. Aku akan berangkat menuju negeri impianku yang bernama Samara bersama Dave, sahabatku. Kami naik kereta pukul sembilan malam. Dengan mengenakan jaket kulit coklat dan sepatu hitam pemberian kakekku kami berjalan menuju ruang tunggu di sebuah stasiun kereta. Lima belas menit berlalu akhirnya kereta yang kami tunggu pun tiba. Kami segera memasuki gerbong kereta dengan gembira.
“Hei, Dave. Apakah kau senang?”, tanyaku.
“Tentu saja. Bagaimana denganmu?”, dia balik bertanya.
“Yah, sedikit lega setelah lima belas menit menunggu”, aku sedikit tertawa bahagia. Kami menikmati malam musim salju di dalam kereta. Memandang ke arah jendela dan mendapati pemandangan lampu warna-warni yang bersinar di tengah gelapnya malam, sangat istimewa hari ini.
Tooonnnnn...tooonnnn...
Suara kelakson kereta berbunyi dengan sangat kencang. Membangunkan semua orang yang sedang terlelap. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Posisi kereta mulai tak tentu arah. Jalannya sudah tidak teratur. Ada apa ini? Tanyaku dalam hati. Aku segera membangunkan Dave yang masih tertidur lelap.
“Dave, bangun. Sepertinya kita dalam bahaya”, kataku.
Dave segera berdiri dan menenangkanku. Dikejauhan terdengar suara bayi yang sedang menangis, dan orang-orang yang ada di dalam gerbong mulai berteriak ketakutan. Begitupun denganku. Tanpa di sadari kereta yang kami tumpangi sudah dalam keadaan miring. Aku sangat takut, terlebih lagi sekarang sudah dalam keadaan gelap. Pukul dua pagi. Aku memeluk Dave erat.
Duaaaaarrrrr...

Kereta yang kami tumpangi terjun ke sebuah sungai yang sangat dalam. Aku tidak bisa melihat Dave. Sebisa mungkin aku tetap berenang dan terus berenang sampai akhirnya aku menemukan sebuah Istana yang sangat megah. Mataku terpana. Inikah negeri Samara? Seperti kata kakek dan buku sejarah?

Pangeran Dari Negeri Samora

Diposting oleh bilqis anisah di 01.06 2 komentar
Pagi yang sangat cerah. Ku buka jendela kamarku. Ku pandangi hamparan rumput hijau yang membelah sebuah sungai kecil di sudut rumahku. Indah, sungguh sangat indah. Ku langkahkan kakiku menuju aliran air itu. Dengan bahagia aku bermain air, menikamati pemadangan di sekitar Istana. Hari ini sungguh luar biasa, pikirku. Ku baringkan badanku di rerumputan yang luas nan hijau.
Hem...ku balikkan badanku. Ku pandangi kelopak aster yang hampir mekar. Mereka sepertinya sangat bahagia menjadi bagian dari Istana ini.
“Hei!”, sesosok makhluk memanggilku. Membuyarkan seluruh lamunanku. Segera ku balikkan badanku dan duduk. Aku menoleh, mencari sumber suara itu.
“Hei, aku disini”, sambungnya.
“Siapa kau?”, tanyaku takut. Seekor bunglon bisa bicara padaku.
“Hah? Kau bisa bicara?”, tanyaku heran.
“Ya, kenalkan namaku Rio. Kau pasti Adora kan? Putri cantik dari Istana yang sangat luar biasa megahnya. Hehe..”, dia lucu sekali. Kulitnya bisa berubah warna. Dengan gaya menjulurkan lidah dia berkata kepadaku, “Sedang apa kau di sini Nona Adora?”
“Aku sedang menunggu pangeran impianku”, jawabku singkat.
“Pangeran impian? Siapakah itu?”, dia bertanya penasaran.
“Adrian”, jawabku.
“Oh, aku tahu, pengeran tampan dari negeri Samora kan? Sungguh dia tampan sekali”, katanya.
“Memangnya kau pernah melihat Adrian?”, tanyaku.
“Aku sering melihatnya datang ke Istana ini hanya untuk menemuimu, bukan?”, dia tahu.
“Ya, kau benar sekali. Eh, ada kereta kuda. Itu pasti Adrian”, kataku bahagia. “Aku ingin menemuinya, kau tunggu sebentar disini. jangan kemana-mana”, perintahku.
Aku berlari menemui Adrian. Aku rindu sekali. Sudah lama kami tidak bertemu. Dia memelukku erat.
“Hei, Adrian!”, kata Rio menyapa Adrian.
Adrian langsung terkejut dibuatnya.
“Kau? Bisa bicara?”, tanyanya.
“Kenalkan, dia Rio. Temanku”, ucapku kepada Adrian. Aku sedikit kesal karena Rio tidak menuruti perkataanku.
“Hei, kau teman Adora?”, tanya Adrian kepada Rio.
“Ya, tentu saja”

Kami bertiga berkumpul bersama. Menikmati terik mentari di bawah awan putih. Layaknya sebuah persahabatan. Kami takkan pernah pudar.

Senin, 17 Juni 2013

Pertemuan Kita Sebentar Lagi

Diposting oleh bilqis anisah di 22.32 0 komentar

"Hei, sebentar lagi kita sampai, sayang. Mari samaratakan langkah menuju kebahagiaan, aku yakin mentari pun akan tersenyum untuk kita", gerutuku dalam hati.

Selama ini, aku rasa semuanya baik-baik saja. Tapi, aku mengharapkan ada sebuah pembelajaran yang akan kita dapatkan setelah ini semua.

Terkadang, kita sering meributkan hal yang nyatanya spele dan tidak perlu untuk di bahas.
Terkadang, kita juga sering menyalahkan jarak, seolah ini semua adalah kesalahannya, bukan kita, aku dan kamu.
Terkadang, air mata ini sudah malas untuk keluar dan membasahi pipiku yang selalu kau usap demi sebuah kebahagiaan.
Akupun tak menyalahkan kamu, tak juga menyelahkan kita atas semua peristiwa ini.
Sejujurnya, aku menyalahkan keadaan, keadaan yang menuntut kita terlalu cepat mengambil keputusan.
Aku tahu, cinta antara aku dan kamu- kita sudah menjadi sebuah cinta dewasa. Cinta yang mengerti. Sebuah cinta yang selalu menciptakan sebuah senyuman indah yang terangkai di setiap bingkai foto kita bersama. Cinta yang selalu ada, membawa damai di dalam hati.

Aku pernah bercerita padamu tentang dunia yang aku impikan. Bukan dongeng Cinderella ataupun Putri Salju, tapi aku menginginkan sebuah dunia yang hanya ada kita, aku dan kamu, sayang.
Aku juga menginginkan sebuah rasa yang tak pernah pudar, sebuah rasa yang tak kunjung berubah. Kamu mencintaiku, akupun begitu.
Sebenarnya, walaupun aku jauh kita tetap memandang langit yang sama. Menikmati mentari yang sama. Aku tak akan pernah bosan memberikan sebuah pelukan hangat untukmu lewat jarak yang kita ciptakan. Aku juga tak akan pernah bosan untuk tetap berada di sampingmu, walau pertemuan kita selalu di batasi, entah oleh keadaan atupun kita sendiri. Bersabarlah sayang, aku pasti kembali.

Sabtu, 15 Juni 2013

Selamat Bercerita

Diposting oleh bilqis anisah di 08.09 0 komentar
Selamat Pagi,
Untuk kamu yang jauh disana, ku genggamkan sebuah harapan yang tak kunjung pudar.
Aku berharap kamu masih menungguku dengan sebuah senyuman yang dulu aku simpan di lubuk hati terdalam.

Selamat Siang,
Selamat menyantap hidangan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan di tengah terik Mentari-Nya.

Selamat Sore,
Apakah kamu menikmati senja-Nya? Senja yang dulu aku tunggu untuk bisa menatap wajahmu. Senja pengungkapan cinta yang dulu kau ciptakan. Kau ingat? Semoga saja kau masih mengingat memori indah itu.

Selamat Malam,
Semoga malam ini kau terjaga. Semoga rembulan tetap memberikan sinar terbaiknya untuk kamu, untuk kita dalam menikmati malam yang sama.

Rabu, 05 Juni 2013

Lentera Jiwa

Diposting oleh bilqis anisah di 04.58 0 komentar
Bersembunyi dalam kabut malam
Yang membuatku hampir hilang
Apakah ini salah?
Selalu terbagi di antara ruang?

Aku muak, aku bosan
Bosan dengan semua yang selalu membangkang
Aku penat, aku nekat
Seperti besi yang selalu berkarat

Aku ingin hilang ingatan
Memecahkan tragedi yang sungguh tidak nyaman
Lentera jiwa yang selalu padam
Dihempas angin dan gelombang

Kemanakah sebuah senyuman yang dulu hilang?
Menghilang di sudut bibir dan terbang
Kemanakah sebuah kebahagiaan yang dulu hilang?
Dihempas kesombongan yang selalu datang

Aku muak, aku bosan, aku ingin hilang ingatan

Nyanyian Hujan

Diposting oleh bilqis anisah di 04.53 0 komentar
Butiran rintik hujan membasahi jendela kamarku
Ini adalah awal kehidupanku yang baru
Ingin ku ungkap semua yang dulu semu
Menjadi sebuah arti yang syahdu

Kutapaki waktu demi waktu yang selalu setia menungguku
Di akhir perbatasanku menuju tempat yang sangat aku rindu
Ingin sesekali meraih impian di kala mentari mulai jauh
Tapi, yang tampak hanya sekelebat luka yang tak kunjung sembuh

Aku rindu, tapi aku malu
Sudah bosan mendengar keluhanku
Aku rindu, aku ingin bertemu
Dikala nyanyian hujan selalu menungguku

Minggu, 26 Mei 2013

Salah Jurusan

Diposting oleh bilqis anisah di 18.43 1 komentar
“Huaaaahhhh! Aku gak lulus lagi, ma”. Aku tercengang melihat pengumunan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri di koran.
“Yaudah, pokoknya mama gak tahu menahu, kamu harus masuk perguruan tinggi negeri. Mama gak pengen kamu kuliah di universitas swasta. Mahal”. Mama sudah sangat kesal. Ini kedua kalinya aku tes dan tidak lulus juga. Aku heran dengan diriku sendiri. Aku yang terlalu bodoh atau soalnya yang terlalu rumit? Apanya yang salah? Itulah pertanyaan yang terus menggerogoti otakku.
Aku terdiam. Nafasku terengah. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku berfikir keras, berusaha mencari beberapa perguruan tinggi negeri yang masih membuka pendaftaran mahasiswa baru. Akhirnya, aku mendapatkan kabar dari sepupuku tentang tes PMPD di Universitas Lampung. Segera ku lencangkan semangat untuk mengikuti tes tersebut. Beberapa hari kemudian, aku berangkat menuju kota Bandar Lampung. Kota yang pernah aku singgahi dulu ketika aku masih berumur lima tahun. Aku bersekolah disana saat Taman Kanak-kanak, ya begitulah.
Aku bahagia harus kembali lagi ke kota ini. Suasananya tidak seperti dulu. Sekarang, kota ini sudah ramai, sudah banyak fasilitas yang memadai. Tetapi, pemandangannya tetap asri, masih seindah dulu. Aku berangkat bersama ibuku. Menginap selama beberapa hari dirumah tanteku, tempat sepupuku tinggal.
Aku ikut tes dan akhirnya aku lulus di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Diploma Perpustakaan dan Informasi. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan jurusan yang aku ambil. Aku tidak mengerti tentang masa depanku jika aku berada di jurusan ini. Sangat tidak memuasku dan tidak masuk akal. Bagaimana tidak, aku bersekolah di SMK jurusan Akuntansi dan sekarang aku berkuliah di jurusan Perpustakaan dan Informasi. Sangat tidak sepadan. Aku merasa malu, minder dan tidak percaya diri dengan keadaan ini. Keadaan dimana aku selalu menutupi jurusanku jika ada salah seorang teman sekolahku bertanya.
Dulu, aku bercita-cita menjadi karyawan akuntansi di salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Bahkan, aku sempat ingin bercita-cita menjadi seorang akuntan pajak. Tapi, sekarang cita-cita itu seolah hilang begitu saja. Sulit rasanya membangkan aku harus menjadi pustakawan. Itu adalah hal yang sangat tidak aku inginkan. Hal yang selalu dipandang orang sebelah mata. Hal yang selalu dianggap orang sangat tidak penting untuk dijadikan sebagai cita-cita.
Tetapi, disetiap kejadian pasti ada hikmahnya. Lain dulu lain sekarang. Sekarang aku bertekad ingin menyelesaikan kuliahku. Masalah cita-cita hanya waktu dan pengalaman yang dapat menentukan.


Aku memilih cinta, dia, dan hatiku

Diposting oleh bilqis anisah di 18.40 0 komentar
Aku tahu ini cinta. Tapi, apakah setiap rasa yang aku punya harus aku pendam demi dia yang selalu ada untukku?
Aku tahu ini rindu. Tapi, apakah setiap rindu yang aku rasakan harus berujung pada air mataku sendiri?
Aku tahu semua rasa yang aku punya. Aku tahu atas rindu yang aku simpan setiap kali aku tak melihatnya bermain basket dan mengitari koridor sekolah. Aku merindukan rasa yang selama ini tersimpan rapi di dalam hati dan tak pernah bisa untuk aku nikmati. Aku merindukan dia yang  selalu aku impikan di setiap tidur malamku.
Ini adalah ceritaku. Cerita yang selalu aku ciptakan di setiap derap langkahku. Aku yang menjadi penulis skenario atas kejadian dalam hidupku. Singkatnya, aku yang memulai dan aku pula yang tahu jalan ceritanya akan berakhir dimana.
Senin lalu, aku bertemu dengannya ketika aku sedang berjalan menuju kantin sekolah bersama sahabatku, Ike. Seperti biasa, setiap kali Ian lewat di dekatku wangi collogenya selalu tercium, aku menyukainya. Dia tampan hari ini dengan seragam basketnya yang berwarna merah keunguan. Senyum manisnya menyentuh hatiku, lembut. Rasanya ingin terbang keawan membawa semua kebahagiaan yang aku punya.
“Eh, Ian ganteng deh hari ini” Ike mencetuskan kalimat itu dengan nada yang membuatku terbangun dari lamunanku.
“Iya” Aku hanya menjawab seadanya.
Aku duduk dibangku kantin sambil menyantap somai tahu dengan segelas teh hangat, sedangkan Ike hanya mengambil beberapa cemilan saja.
“Ri, kayaknya aku suka deh sama Ian” Ucapan Ike membuatku tersedak somai yang ku makan.
“Hah? Sejak kapan?” Tentu saja pertanyaanku itu sangat membuatnya kaget.
“Kenapa, Ri? Kaget?” Tanya Ike sedikit curiga.
“Ah? Enggak kok, cuma agak aneh aja. Biasanya kan lo cuek banget sama cowok” Kataku sedikit mengelak.
Percakapan kami hanya berhenti sampai disitu ketika Ian datang menghampiri. Wajahku sedikit memerah, malu.  Ian melihatku dan tersenyum. Aku membalas senyumnya dengan ikhlas dan polos. Pandanganku tertuju pada Ike yang sangat menikmati perbincangannya dengan Ian. Aku merasa hanya menjadi obat nyamuk saja disini.
“Ri, kok bengong sih?” Pertanyaan Ian membuyarkan semua lamunanku.
“Eh? Gak papa kok. Ya udah, mau ngomong apa sekarang?” Aku sedikit menantang.
“Ya ngomgongin kamu aja deh” Kata Ian sedikit meledek. Kamu? Sejak kapan Ian memanggilku dengan sebutan ‘kamu’?
“Maksudnya?” Aku bertanya karena aku memang tak mengerti.
“Aku suka sama kamu. Mau nggak jadi pacar aku?” Pernyataan itu bagai petir di siang bolong. Aku terkejut, tercengang, dan heran. Apakah ada yang salah dengan dirinya sehingga dia berkata seperti itu? Oh Tuhan. Disisi lain, aku tidak bisa menolak perasaaku yang selalu merindukan wajahnya untuk singgah kembali di hatiku.
Aku melihat wajah Ike yang sedih mendengar pernyataan Ian kepadaku tadi. Ia langsung berlari dan meninggalkan kami dalam hening. Sampai sekarang, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.

Dua tahun sudah kami berpacaran, menikmati mentari yang sama, dan aku bahagia menjadi bagian dari hidupnya dan melupakan sahabatku. Maaf, aku memang egois.


Sabtu, 25 Mei 2013

Rindu Kelabu

Diposting oleh bilqis anisah di 06.12 0 komentar
Mengapa aku cinta?
Karena aku terluka
Mengapa aku cinta?
Aku ingin bahagia

Purnama menampakkan senyum malu-malu
Aku terjaga dalam dekap hangat syahdu
Terbang menerawang menggapai mimpi
Yang melebur menjadi sebuah ilusi

Purnama menampakkan senyum malu-malu
Bersembunyi di balik awan abu-abu
Aku terdiam, terpaku
Inikah Rindu?

Mengapa aku rindu?
Aku ingin kamu
Mengapa aku tahu?
Karena ini untukmu

Senandungku Dalam Rindu

Diposting oleh bilqis anisah di 06.11 0 komentar
Aku terdiam mendengar senandungmu
Yang kadang membuatku sedikit jemu
Ada rasa di dalam hatiku yang ingin melebur menjadi satu
Memupuk keabadian di kala rindu

Aku jemu
Tapi aku rindu
Aku ingin bertemu

Aku diam didalam sunyi
Ingin hilang saja dari bumi!
Bosan dengan segala penat yang ada disini
Aku berharap kau singgah di hati

Namun itu sebuah harapan yang tak pasti
Yang mencoba menyimpulkan sebuah arti
Dimana letak kesetiaan yang abadi?
Apakah ada disini?

Rabu, 13 Maret 2013

Cinta Itu......

Diposting oleh bilqis anisah di 06.32 0 komentar

Cinta itu indah
Cinta itu berwarna
Cinta itu merah
Cinta itu juga kadang biru
Cinta itu pelangi
Cinta itu memiliki yang hidup dan yang mati
Cinta itu menguatkan
Cinta itu punyaku juga punyamu
Cinta itu istimewa tapi sederhana, sesederhana hatiku
Cinta itu semua yang kita punya
Cinta itu angin yang membawa kedamaian
Cinta itu kamu

Kamis, 28 Februari 2013

My Wish

Diposting oleh bilqis anisah di 15.06 1 komentar


Allah, terima kasih atas subuh yang indah ini.
Yang telah memberikanku kedamaian di dalamnya.
Yang takkan membuatku bosan untuk menjalaninya.
Yang selalu dapat membuat hatiku bergetar saat aku bersujud dihadapan-Mu, Allahku.

Allahku, sungguh aku terlalu lemah dan kecil.
Aku memohon ampunan atas dosa-dosaku
Mulai detik ini, aku ingin menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bertaqwa hanya kepada-Mu
Berikanlah kebaikan kepada setiap denting waktu di hari-hari yang kami jalani.
Berikanlah kebaikan kepada orang tua kami.
Berikanlah mereka umur yang panjang agar mereka dapat menikmati hari-hari mereka dan melihat kebahagiaan di setiap tatapan mereka, kesehatan yang tak pernah ada habisnya, kemudahan di setiap jalan yang mereka lalui.
Amin amin amin ya robbalalamin J

Rabu, 27 Februari 2013

Aku, Kamu, KITA dan "Jarak"

Diposting oleh bilqis anisah di 05.09 0 komentar


Terlalu berat untuk berkompromi dengan jarak, begitu juga dengan diriku yang terlalu memaksa agar jarak dapat lebih memahami apa yang aku rasakan khususnya, KAMI. Yah, 2 tahun sudah aku menjalani hubungan ini dengannya. Panggil saja dia Deddy. Dialah lelaki yang selalu menemaniku dulu, jauh sebelum aku mengenal jarak hingga aku bersahabat dengan jarak meski terlalu memaksa.
Dia selalu membuat hidupku lebih berwarna. Selalu ada cerita disetiap pertemuan yang kami ciptakan. Senyum yang tak pernah membuatku jenuh sedikitpun. Kasih sayangnya yang tak pernah habis untukku.
Tapi sekarang, jarak telah membuat semuanya terasa tak seindah dulu. Kadang aku muak dengan jarak yang kami ciptakan sendiri. Aku muak. Ingin rasanya aku memberontak. Tapi siapa peduli? Jarak tak pernah mengerti arti cinta dan mencintai. Jarak egois. Tapi bukankah kami yang sebenarnya egois? Kami sendiri yang membuat keadaan menjadi seperti ini. Awalnya memang aku yang memutuskan untuk melanjutkan sekolahku ke luar kota. Aku fikir itu adalah hal yang biasa saja. Jauh tak jadi masalah. Tapi prediksi awalku salah. Jauh memang tak jadi masalah, tapi jarak? Lagi-lagi ia membuatku kesal. Kesal karena aku tidak bisa seperti dulu, yang hampir setiap hari menjalani hari-hariku bersamanya. Tertawa lepas, senyum lebar, foto bersama, bercanda ria, bahkan ketika aku bersedihpun dia selalu ada, saat aku menangis dia selalu mengusap air mataku dengan lembut. Sentuhan tangannya yang menyentuh jemariku kadang membuatku berfikir. Apakah dia benar-benar menyayangiku. Walaupun aku sering terlihat bodoh ketika aku menangis. Karena yang ku tahu, jika aku menangis wajahku tidak secantik aku tertawa. Yah, bisa dibilang aku terlihat sangat konyol, jelek, seperti anak ingusan. Terlau banyak kenangan indah yang kami ciptakan.
Kami sama-sama masih duduk di bangku kuliah dengan jurusan dan fakultas yang berbeda tentunya. Dan yang pasti di tempat yang berbeda pula. Dia di Palembang, dan aku di Lampung. Tak mudah menyamakan waktu untuk berbagi cerita. Kami sering sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Tak jarang salah satu di antara kami meributkan hal yang itu-itu saja. Pernah di satu waktu, tak ada sedikitpun kabar tentangnya yang membuatku menjadi bingung. Entah harus bertanya kepada siapa dimana posisinya sekarang. Sehingga pada suatu ketika dia baru menghubungiku dan memberitahuku kemana saja dia seharian ini. Tanpa fikir panjang, aku langsung emosi dan marah habis-habisan. Tanpa memikirkan perasaanya lagi. Ku fikir, siapa suruh dia seperti itu? Toh dia yang salah. Jadi, dia pantas-pantas saja mendapat omelanku yang mungkin tak ada habisnya ini. Aku marah. Aku kesal. Dan aku jengkel dengan sikapnya yang seperti itu. Dan akhirnya kamipun bertengkar hingga menimbulkan opini yang berbeda diantara kami. Sejam. Dua jam. Tiga jam dan akhirnya kami berdamai kembali. Begitulah yang sering terjadi. Maka, tak heran jika kami bertengkar dan baikan lagi. Itu sudah biasa.

Selasa, 19 Februari 2013

Undangan Pernikahan Online, "Mari Menghemat Kertas, Sejukan Bumi Indonesia!"

Diposting oleh bilqis anisah di 20.45 2 komentar
Judul yang saya gunakan diatas bukan sekedar ajakan biasa. Judul terbebut melukiskan kisah yang dialami bumi kita saat ini, Indonesia. Yap, sampai detik ini penggunaan kertas masih saja meningkat pesat, hampir sebanding dengan penggunaan elektronik saat ini. Menurut artikel yang pernah saya baca Executive Director Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Brastasida mengakui penggunaan kertas hingga saat ini masih tinggi. Meski orang-orang sudah beralih menggunakan beragam alat elektronik canggih, hal tersebut tidak berpengaruh.
Mungkin sekarang kita belum merasakan dampak atau akibat dari perbuatan yang kita lakukan. Semakin banyak kertas yang kita gunakan, maka semakin tercemar pula lingkungan tempat tinggal kita. Mari kita menghemat penggunaan kertas dengan cara memberitahu hal-hal kecil kepada orang terdekat kita sedini mungkin. Jangan sampai kita merasakan dampak yang tidak dari perbuatan kita sendiri.

Menghemat kertas bukanlah hal yang sulit. Banyak media pendukung yang dapat kita gunakan sebagai acuan. Misalnya penggunaan elektronik berupa komputer, media penyimpanan data (flashdisk), dan masih banyak media lain yang bisa kita gunakan untuk menghemat pemakaian kertas.
Disisi lain, kertas yang kita gunakan bukan sekedar untuk mencetak data kantor saja, melainkan kita menggunakan kertas juga untuk keperluan pribadi. 

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghemat penggunaan kertas.Salah satunya adalah dengan membuat Undangan Pernikahan Online. Yap, apa salahnya jika kita tidak menggunakan atau membuat Undangan dengan media kertas. Sekarang adalah zaman canggih, zaman elektronik, zaman praktis. Dimana pada zaman ini kita dapat membuat apa saja yang kita inginkan dengan media komputer, termasuk Undangan Pernikahan Online. Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang yang tidak tahu atau baru tahu tentang Undangan Pernikahan Online. Dengan Undangan Pernikahan Online, kita dapat menghemat penggunaan kertas yang saat ini sedang merajalela dan naik daun dikalangan masyarakat Indonesia.
Undangan Pernikahan Online dapat berfungsi sebagai bahan pelengkap dari Undangan Cetak yang mungkin pada saat pencetakaan undangan tersebut ada yang kurang jelas tentang alamat si pengundang, Undangan Penikahan Online juga berfungsi sebagai informasi kepada kerabat yang tidak bisa disampaikan dalam bentuk tercetak karena muatannya terbatas.

Tidak ada masalah tanpa solusi, begitu pula dengan penggunaan kertas yang semakin lama semakin meningkat. Solusinya hanya satu yaitu Kemauan. Ada kemauan pasti ada jalan, begitulah orang membahasakannya sebagai Pepatah.

Jadikan bumi Indonesia sebagai bumi yang berwawasan. Selamatkan, Cintailah bumi Indonesia, Bumi kita tercinta. Mari menghemat kertas dengan cara mengurangi pemakaian kertas salah satunya melalui Undangan Pernikahan Online!








Karena Cinta Takkan Pernah Salah

Diposting oleh bilqis anisah di 19.45 4 komentar
"Semoga abadi untuk hidup kita dan mereka yang kita cintai".


Ini adalah cerita kami, cerita antara aku dan dia. Cerita dimana kita telah merajut kasih selama beberapa tahun lalu. Sepertinya aku tak pernah merasakan hal sebahagia ini. Hal dimana aku akan menjadi seorang isteri untuknya, yang aku cintai. 

Kepada langit, aku ucapkan terima kasih karena telah menyejukkan jiwa kami yang kadang lelah menjalani kehidupan ini.
Kepada mentari, kami berikan senyuman hangat sehangat pelukan yang telah kau beri ketika kami memerlukan dekapan.

Kepada Ibu, kami mengucapkan terima kasih, maaf dan rasa bersalah kami karena kami terkadang tidak mematuhi nasehat yang kau beri untuk kami, dan bahkan kehidupan kami. Terima kasih karena selama ini telah menjadi sahabat terbaik yang takkan pernah pudar dari kehidupan kami.

Kepada Ayah, kami sangat mencintaimu seperti kami mencintai ibu.

Dan Kepada Allah, yang selalu ada di hati kami. Kau-Lah segalanya. Yang berkuasa atas langit dan bumi. Tanpa kehendak-Mu pernikahan ini takkan berjalan dengan baik dan khusyuk. Terima kasih, Allahku.

Berikanlah kami restu agar pernikahan kami menjadi abadi seperti apa yang kalian alami dan yang kalian harapkan untuk kami, ayah dan ibu.




Senin, 18 Februari 2013

Kepingan rindu yang aku simpan dan seringkali tak tersampaikan

Diposting oleh bilqis anisah di 05.52 0 komentar
Setiap kepingan rindu yang aku simpan dan seringkali tak tersampaikan
Kadang membuatku marah dan tak beraturan
Aku tahu ini Cinta, tapi apakah pantas setiap aku merindukanmu aku harus menahannya hingga membengkak dan melebur menjadi satu dan akhirnya pecah berantakan?
Aku tahu ini Sayang, tapi apakah setiap kali aku harus memendam rasa rindu ini yang akan berujung pada air mataku sendiri?

Jumat, 15 Februari 2013

Walau Bukan Tinta Emas (Part II)

Diposting oleh bilqis anisah di 06.23 0 komentar
Dan gue baru sadar bahwa setiap orang punya masalahnya masing-masing. Hari ini gue baru dapet sms dari pacar gue, dia nanya gimana rasanya kerja di bidang yang bukan bidang kita. Gue bilang aja butuh proses buat ngejalaninnya, lebih mahamin lagi apa kerjaannya biar bisa ngerti. Tapi kayaknya pemikiran gue beda sama dia dalam hal ini. Dia berfikir dia mesti bisa, dan bukan juga dalam artian "pasrah" sama keadaan, dia bakal ngejalanin ini semampunya. Gue sih mendukung apapun keputusan yang udah dia bikin, karena semuanya ada di tangan dia. Gue selalu nyemangatin dia kalo lagi kerja, nasehatin dia biar jaga kesehatan, makan jangan telatlah, dan selayaknya pacar yang setia dan dewasa gue selalu bilang sama dia "banyak-banyak minum ya yang biar gak dehidrasi" *LOL. Yang ada dia malah ke WC terus, jadi beser deh.

Dan salah satu moment yang gue inget sampe sekarang pas dia belom keterima kerja adalah kita sering banget ketemu. Entah siang, sore, malem, yang pasti sehari sekali pasti ketemu, kayak keramas! Disetiap pertemuan kita pasti ada aja hal yang konyol banget yang kita berdua lakuin. Misalnya nih, kentut bareng, ngupil, cubit-cubitan, sampe bingkai foto nyokap bokap gue jatoh dan nimpa kepalanya dia. Konyol banget kan?
Oke, udah kelar kekonyolan yang kita buat. Dan beralih ke nonton film. Yang namanya nonton DVD itu kudu konsentrasilah ya, tapi beda sama kita. Kita gak butuh konsentrasi aja udah ngerti, udah faham. Yang kita lakuin pas nonton DVD adalah saling ganggu, gue yang emang terlahir udah jahil selalu gangguin dia. Dan sebaliknya, dia yang gak terima gue jahilin, jadi ngejahilin balik. Yah, begitulah kehidupan kita selama dua tahun saling kenal dan saling cinta *CIE. Moment yang lebih seru lagi adalah foto bareng dia yang selenge'an.  Dimana muka kita sama-sama dijelek-jelekin, udah jelek malah tambah ancur. Dan ini adalah salah satu kenangan yang bakal gue simpen seumur hidup gue.


Dan gaya gue itu adalah Radar Neptunus. Radar itu kayak semacam sinyal yang menghubungkan gue sama dia, cie elah bisa romantis juga gue. Gue berharep foto ini gak dibilang norak, alay, basi sama Raditya Dika, Amin *LOL. Gue bersyukur karena udah dibolehin pacaran. Gak kayak dulu waktu gue masih SMP. Pacaran aja masih gak ngerti. Di tembak cowok malah lari. Terus pas disamperin malah ngumpet dirumah tetangga. Konyol tapi ngangenin masa-masa ABG gue itu. Dan sekarang udah 19 tahun gini, gak kerasa bentar lagi 20. Oh myGod! No! Gue gak mau umur gue 20 tahun, please! Gue masih mau nikmatin umur gue yang masih belasan ini, Allah. Tapi apa mau dikata, beginilah proses kehidupan. Dari bayi menuju balita, dari balita menuju remaja, dan sebelum memasuki fase remaja, kita harus memasuki fase ALAYterlebih dahulu. Fase dimana gue selalu merhatiin gaya gue difoto dengan tangan yang sedang hormat, atau tanda pisss, dan gaya alay lainnya. Setelah memasuki fase ALAY, barulah kita memasuki fase DEWASA, yah seperti gue sekarang ini yang udah punya pacar. Maaf ya yang jomblo, gak maksud buat nyinggung *UPS.
Dan tepat dihari ini, gue bakal ngerubah segala sikap buruk gue. Gue bakal menciptakan berbagai penemuan yang bisa menghebohkan dunia. Ngajak temen-temen gue foto dengan gaya radar neptunus gue itu dan gue jadiin foto itu kalender yang super gede yang bakal dijual di mini market terdekat. Beli kalender gratis foto! Heboh kan! *PRET.

(Bersambung....)

Rabu, 06 Februari 2013

*Oh My Allah

Diposting oleh bilqis anisah di 09.50 0 komentar

Malem ini gue ngrasa gak ngantuk sama sekali. Tadi siang pas Deddy dateng kerumah, gue malah molor dan hampir ngusir dia buat pulang. Tapi berhubung dia bawa makanan dan dilanda rasa kangen juga sama gue, akhirnya gue gak jadi nyuruh dia balik. Jahat ya gue ? Biasa aja ah.
Oke, ceritanya itu hari ini gue super duper bingung dikarenakan oleh hal-hal yang sangat penting yang belum gue urus. Allah, kalo gue gak inget Allah aja ya gak tahu tuh gue. Bleng!
Awalnya niat gue ini baik dan tulus. Gue mau ngajuin beasiswa PPA yang diadain di kampus. Pembukaannya sih tanggal 1 Feb sampe 1 Maret, lumayan dikasih waktu 1 bulan buat siap-siap. Tapi apa ? Gue malah santai aja sampe sekarang. Alhasil gue jadi gak niat! Oke ? Kelar nih urusan.
Temen-temen gue juga lagi pada sibuk di kampung halaman masing-masing, termasuk gue. Fine ! Gue ini pengen tapi males mau bolak balik Palembang-Lampung. Sekali-kali keluar negeri kenapa sih ? Ke Lampung aja suka ogah-ogahan apalagi luar negeri. Oh MyAllah gak tahu lagi gue mesti bilang apa sama diri gue sendiri.
Dan ujung-ujungnya gue buka facebook, chattingan sama temen gue, curhat tentang lelaki yang itu-itu aja. Hampir dibikin emosi gue sama dia. Gara-gara nyari link facebook dari tadi gak ketemu-ketemu padahal "dia" (linknya)  nongkrong di atas. Oh Allah, mesti gimana lagi ini. Tapi akhirnya ketemu juga linknya.
Oke, udah selesai gue emosinya, soalnya dia udah bilang "peace mament". Oh come on darling. Itu gak seberapa. Sama gue mah santai aja, selagi ada makan *LOL.

NB: kalo mau dideskripsiin ekspresi gue persis kayak yang di gambar !

LDR*

Diposting oleh bilqis anisah di 09.20 0 komentar

Kamu tahu ?
Aku selalu teringat akan momen momen indah dan berharga yang pernah kita lewati dahulu
Kamu tahu ?
Setiap tetes air mata ini,  itu karena kamu, dulu kamu terlalu sering membuat hati ini pedih dan menangis
Kamu tahu ?
Bayangan kamu itu selalu hadir disetiap malam dan mimpi indahku
Kamu tahu ?
Aku selalu terbangun dari tidurku setiap aku mengkhawatirkan keadaanmu
Kamu tahu ?
Saat beberapa hari yang lalu kamu membuatku takut, khawatir akan keadaanmu disana, lalu aku mencoba untuk menghubungimu, tetapi apa yang aku dapatkan ? Kecewa.


Dan kamu tahu apa yang aku lakukan dengan jarak ?
Aku marah !
Aku jenuh !
Aku selalu mengharapkan jarak tidak terlalu mempermasalahkan tentang kita
Tapi apa ?
Nyatanya aku tak bisa, aku tak mampu berkompromi dengan jarak dan waktu yang terlalu mengekang hubungan ini seakan ini adalah kutukan akan keputusanku jauh darimu

Apakah kamu ingat momen dimana kita selalu berdua melepas rasa rindu yang terlalu memuakkan ini sayang ?
Apakah kamu masih mengingat semua itu ?
Tolong jangan kecewakan aku lagi seperti kemarin !
Dan tolong, jangan membuat kekhawatiran ini menjadi sebuah kejenuhan.
Aku mencintaimu, dan aku juga ingin berdamai dengan jarak.

Jatuh Cinta ?

Diposting oleh bilqis anisah di 09.06 0 komentar


Walau sedikit tersirat aku selalu menyadarinya
Menyadari bahwasanya kau selalu memperhatikanku walau dari jauh
Namun, tahukah kau aku sangat bahagia
Mungkin kau yang tidak menyadari itu

Apakah arti cinta menurutmu ?
Aku tahu, aku tak mungkin menanyakan itu kepadamu
Karena aku mengetahui berapa besar resiko yang akan muncul dihadapanku
Oh no ! sungguh aku tak semudah itu

Walau Bukan Tinta Emas (Part 1)

Diposting oleh bilqis anisah di 04.27 0 komentar
Nama gue Bilqis. Lebih lengkapnya Bilqis Anisah. Gue sekarang lagi ngelanjutin studi gue di salah satu Universitas Negeri di Bandar Lampung. Yah, gue ngambil Jurusan Komunikasi diprodi Perpustakaan dan Informasi. Awalnya sih cuma iseng ikut-ikutan test PMPD. Eh, gak taunya malah keterima. Itu juga yang ngajakin test sepupu gue berhubung dia udah keterima duluan dengan jurusan yang beda pastinya. Yap, dia ngambil jurusan agriculture. Gue sedikit bangga sama dia bisa masuk fakultas itu tanpa tes. Kasih tepok tangan dulu deh *LOL. Oke, ceritanya udah cukup. Gue rasa ini saatnya gue menceritakan hal yang sesungguhnya yang ada dibenak gue sekarang. Mulai!
Awalnya banyak yang bakal gue pikirin sebelum nulis ini. Dari beberapa novel yang gue baca dan beberapa film yang gue amati. Gue jadi semangat buat menggeluit bidang yang emang gue suka. Misalnya ya ini, nulis. Banyak hal yang gue dapet selama di kota ini. Kota lampung tercinta. Banyak juga rintangan yang harus gue alamin selama gue disini. Contohnya, gue harus kenal dan ngerasain yang namanya LDR. Yah, gue beruntung punya pacar kayak Deddy yang selalu ngerti posisi gue, dan yang pasti dia juga selalu akrab dan bersahabat dengan  "jarak" walaupun agak sedikit egois. Yang mesti gue syukurin lagi adalah gue bahagia punya onyong-onyong kesayangan gue. Onyong-onyong ? Yap, itu panggilan gue buat sahabat-sahabat gue yang pastinya selalu ada buat gue.

Pagi itu, seperti biasa. Dengan posisi tidur yang gak menentu. Kepala dibawah dan kaki diatas. Mata gue sedikit kebuka dan ngeliat jam dinding gue yang warnanya ijo itu. Uwaaaaaaaaaaa!!!!! ternyata udah jam 9 dan gue mesti kudu cepet-cepet ke kampus. Mampus! ibu kosan udah teriak-teriak gini bangunin gue tapi tetep aja dari dulu sampe sekarang gue ngerasa diri gue ini apalah kali ya? Gue sendiri aja bingung, bimbang, galau, bahkan cloudy kali yaa. Entahlah.
Oke dan besoknya lagi gue ngelakuin hal yang sama juga. Dan setiap hari selau gitu sampe akhirnya gue ketemu sama Messy, temen kosan gue. Berhubung kamar dia juga sebelahan sama gue. Dan akhirnya kita deket. Oke kita deket dan sekali lagi gue ulangi. Kata "deket" itu punya banyak arti. Oke ? Kelar.
Dan saking deketnya gue sama dia. Dia jadi gue anggep kayak emak gue sendiri. Yah, berhubung dia lebih tua 2 tahun dari gue.
Hari-hari gue selalu bareng dia dan gak lupa juga gue ngajakin dodom sebagai temen curhat paling profesional. Karena mereka berdua selalu ada buat gue kapanpun gue minta walau kadang gue paksa. Dodom ? Yah, dia itu adalah boneka domba yang super gede yang Deddy kasih buat gue sebelum keberangkatan gue kesini. Hem mulai deh ngisep ingus lagi kalo nginget momen indah itu. Kangeeennn.
Balik ke cerita!
Dan sekali lagi gue sahabatan sama Messy. Walaupun baru beberapa tahun ini. Kita selalu sama-sama. Mulai dari makan, nonton, curhat, dan mandi pun kita selalu bareng. Kocak abis kalo gue sama dia udah bedua serasa sama orang sepuluh kali ya.

(lebih banyaknya nanti gue sambung di "Walau Bukan Tinta Emas (Part 2)" ya. See You!

Senin, 04 Februari 2013

Nadaku

Diposting oleh bilqis anisah di 07.52 0 komentar


dan tepat sekali, kamu biasa bermain main dengan keingin tahuanmu itu sayang
aku bahagia ketika mendapati senyummu yang merekah itu
aku bagai melayang di udara yang tak akan pernah sirna dari terang
tetaplah menjadi seperti ini dihatiku, aku untukmu ! ku pastikan itu

dan kembali lagi mentari bersinar menyapa pagiku
aku tahu kau sama denganku, perasaanmu memang untukku
yah, tentu saja begitu
aku mengetahui itu sejak dulu !

wah ada lagi ! ternyata cinta ini, cinta ini sungguh sungguh mempesonaku dalam setiap lantunan lagumu itu

Minggu, 13 Januari 2013

Rindu ?

Diposting oleh bilqis anisah di 05.53 0 komentar


sungguh aku lelah, lelah dengan keadaan yang seperti ini
keadaan dimana aku selalu menahan setiap kepingan rindu yang menusuk hatiku
tapi kamu selalu mengabaikannya, kamu selalu sibuk dengan setumpuk kertas dihadapanmu

terkadang rindu ini semakin lama semakin menyebar luas ke permukaan
kamu ingat ? setiap sore, diwaktu yang sama kita selalu melepas rindu ketika aku masih berada di sampingmu ?

kamu selalu menatapku dengan keindahan matamu itu
kamu juga selalu menebar senyum indahmu yang tidak pernah menjemukan itu, kurasa

tapi setelah sekian lama kita jauh, jadi kamu pikir dengan keadaan yang begini kamu masih tetap dengan prinsipmu yang diam saja itu ?
oh come on ! jika kamu memang merindukanku juga, ungkapkanlah !
jangan kau pendam begitu saja.
apakah aku harus merindukan yang lain dulu baru kamu juga akan merindukanku ?

Senin, 07 Januari 2013

bidadari dan purnama

Diposting oleh bilqis anisah di 05.59 0 komentar

duduk di persimpangan jalan menunggu purnama dibalik senja
tidakkah kau takut ?
perlahan sinar yang ku tunggu datang menghampiri, menyapaku untuk pertama kali
sebenarnya aku bahagia, tapi kebahagiaanku tertutupi oleh beberapa alasan yang mungkin membuat senyumku pudar

purnama purnama purnama
indah jika aku bisa menikmatinya bersama denganmu
aku ingin kita berdansa di bawah sinarnya
aku ingin terlihat cantik seperti bidadari yang sedang tersenyum ketika bertemu sang pangeran dari negeri dongeng
mengendarai kereta kuda dan melihat sang kurcaci bernyanyi bersama untuk kita, pangeranku

sungguh ini hanya harapanku agar aku dapat menari di dalam mimpimu itu, tidakkah kau bahagia rajaku ?



Minggu, 06 Januari 2013

life is dream

Diposting oleh bilqis anisah di 07.06 0 komentar


mengertikah engkau saat purnama datang menjelang ?
entah apa yang ku maksud saat ini aku pun tak mengerti
tetapi yang jelas aku berusaha untuk memulihkan semua rasa yang ada sebelumnya ketika air itu tak lagi turun..

sebutlah itu sebuah harapan dimana aku dan kamu bisa menjadi kita
sebutlah itu sebuah cinta dimana mentari selalu setia menyinari bumi
sebutlah itu sebuah kasih dimana harapan menjadi mimpi dan impian menjadi kenyataan

ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?"
mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segala-galanya

 

Blog Bilqis Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea